DECEMBER 9, 2022
Utama

Polisi Cari Pembuang Bayi di Tong Sampah

post-img

DIBUANG: Polisi saat berada di lokasi penemuan bayi di Kampung Kadingding, RT 007, RW 002, Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Jumat (16/9).(Polres Serang for Radar Banten)


Identitas pembuang bayi ke tong sampah di Kampung Kadingding, RT 007, RW 002, Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang,.

Jumat (16/9), masih misteri. Diduga pelaku membuang bayi berjenis kelamin perempuan itu tak lama usai dilahirkan.

“Kami masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembuangan bayi di Kibin pagi tadi,” kata Kasi Humas Polres Serang Inspektur Polisi Satu (Iptu) Dedi Jumhaedi, kemarin. 

Bayi tersebut kali pertama ditemukan oleh Saroh (50), sekira pukul 06.00 WIB. 

Pemulung itu menemukannya dalam kantong plastik hitam yang terikat dari sebuah tong sampah. Sosok bayi mungil lengkap dengan tali pusar dan ari-ari itu membuat Saroh kaget. 

Dia kemudian melaporkan penemuan bayi tersebut kepada warga sekitar. “Bayi tersebut ditemukan oleh warga sekitar berinisial SR (Saroh-red) saat akan mencari barang bekas,” kata Dedi. 

Warga yang mendapat informasi dari Saroh kemudian mendatangi lokasi dan mengangkat bayi tersebut dari tong sampah. Untuk memeriksa kondisi kesehatan si bayi, warga lain memanggil bidan desa setempat. Saat akan diperiksa, bayi tersebut dinyatakan sudah meninggal dunia. “Bayinya sudah meninggal,” ungkap Dedi. 

Kapolsek Cikande Komisaris Polisi (Kompol) Indra Feradinata mengatakan, saat bayi yang diduga hasil hubungan gelap itu ditemukan dalam kondisi hidup. “Saat ditemukan masih dalam kondisi hidup, tetapi saat akan diperiksa oleh bidan desa bayi tersebut sudah meninggal dunia,” kata Indra. Polsek Cikande dan Polres Serang telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Anggota sudah ke TKP tadi,” ucap Indra. 

Setelah melakukan olah TKP, bayi oleh tim Inafis Polres Serang dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. “Mayat bayi sudah di bawa oleh tim inafis Polres Serang ke RS Bhayangkara untuk di lakukan pemeriksaan medis,” tuturnya. (fam/nda)