SOSIALISASI: Anggota DPD RI Tb M Ali Ridho Azhari menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Ponpes Raudhatul Ulum,Jumat (16/9). (Yusuf Permana/Radar Banten)
LEBAK - Anggota DPD RI Tubagus Muhamad Ali Ridho Azhari mengajak santri untuk melawan korupsi di Indonesia. Hal itu disampaikan Ali dalam acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan di hadapan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyyah Raudhatul Ulum, Kecamatan Cibadak, Jumat (16/9).
Katanya, jiwa anti korupsi sangatlah penting untuk ditanamkan, khususnya kepada pelajar untuk menciptakan pribadi yang berkualitas dan jujur seperti yang diajarkan dalam Al-Qur’an.
“Pada kesempatan ini, saya melakukan sosialisasi pentingnya 4 pilar kebangsaan. Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila, undang-undang, dan Bhineka Tunggal Ika. Kita juga turut menanamkan pemahaman anti korupsi kepada para santri yang diharapkan bisa menjadi generasi yang anti korupsi,” kata Ali.
Ali mengakui, telah melakukan penelitian dengan obyek di Provinsi Banten. Dalam penelitian tersebut, dirinya menemukan banyaknya kasus korupsi yang terjadi di Banten.
“Disertasi saya mengambil tema tentang kasus korupsi dan ternyata setelah saya teliti dengan data dari KPK, kasus korupsi di Banten ini banyak sekali. Adapun bentuknya juga beragam, misalnya mengurangi spesifikasi dan memotong dana bantuan,” ujarnya.
Menurutnya, korupsi sendiri sudah seperti penyakit tumor yang terus menggerogoti NKRI dan itu disebabkan lemahnya iman seseorang ketika diberikan jabatan dan kekuasaan.
“Oknum ini tentunya memiliki iman yang lemah. Pada akhirnya mereka lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan kemajuan daerah. Jadi bagaimana kita bisa maju kalau begitu terus,” tegasnya.
Untuk itu, dirinya terus menyosialisasikan 4 pilar kebangsaan dan jiwa anti korupsi kepada para santri. Karena, santri sendiri merupakan golongan terpelajar yang memiliki DNA anti korupsi. Sebab santri ditempa untuk selalu menebarkan manfaat bukan mengambil manfaat dari orang lain apalagi memanfaatkan.
“Kita berharap para santri di sini bisa menjadi pribadi berkualitas yang dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa dengan pemikiran dan prestasinya. Karena santri tidak harus di pondok saja, tapi juga bisa ke bidang lain atau pun ke birokrasi pemerintahan guna membawa perubahan,” harapnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Salafiyyah Raudhatul Ulum Oman Komarudin mengapresiasi anggota DPD/MPR RI yang sudah melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting bagi generasi muda.
“Alhamdulillah sosialisasi ini sangat positif. Kita tahu banyak isu yang memecah belah bangsa, juga menunjukan kemunduran akhlak. Ini tentunya disebabkan oleh diri kita sendiri yang sudah melupakan pilar-pilar kebangsaan. Kita selalu merasa paling benar. Padahal tidak, sehingga diharapkan usai mengikuti sosialisasi ini para santri bisa memiliki jiwa nasionalisme dan anti korupsi,” pungkasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
