DECEMBER 9, 2022
Utama

Kedubes India Didemo Massa PA 212

post-img

JAKARTA-Massa aksi 1706 yang terdiri dari Front Persaudaraan Islam (FPI), Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan GNPF-Ulama meninggalkan lokasi unjuk rasa Kedubes India yang terletak di depan Gama Tower, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 17 Juni 2022 petang. 

Lokasi terlihat mulai sepi usai massa Aksi 1706 serta mobil komando meninggal­kan Jalan HR Rasuna Said. Tak lupa, massa juga memungut sampah agar lokasi tetap bersih. 

Demonstrasi selesai dengan suasana kondusif pada jam 17.00 WIB ditutup dengan doa dan pidato penutup dari Ketua Bidang Advokasi DPP FPI, Aziz Yanuar. 

Sebelum pembubaran demonstrasi, Aziz menyampaikan kalau pihaknya tidak takut dengan penghina Islam atau pelaku Islamophobia. 

“Yang jelas kita tidak akan tinggal diam terhadap penghinaan agama Islamophobia siapapun pelakunya. Jangankan India, polisi dunia pun kita lawan. Jangan macam macam dengan umat Islam,” kata Aziz. 

Sebelumnya, 4 perwakilan massa Aksi 1706 berkesempatan bertemu pihak penge­lola gedung Kedubes India untuk menyam­pai­kan aspirasi, yakni Ketua Bidang Advokasi DPP FPI Aziz Yanuar, Ustaz Awit Mashuri, Buya Mukur Tubi Jailani, dan Ustaz Feri se­bagai koordinator lapangan. 

“Tadi kita diterima oleh pihak yang me­ngelola kemudian mereka sampaikan bahwa aspirasinya mereka terima nanti disampaikan. Karena menurut mereka gedung sudah tutup, karena hari ini sudah libur,” tutur Aziz. 

Demonstrasi dari massa Aksi 1706 ini menyampaikan ketidaksetujuan mereka usai juru bicara Partai Bharatiya Janata dari India, Nupur Sharma dianggap meng­hina Nabi Muhammad SAW. 

Sebelum meninggalkan lokasi Pengunjuk rasa menggelar Shalat Ashar berjamaah di depan Kedutaan Besar India. 

Para pengunjuk rasa menyempatkan beribadah di tengah demo terhadap juru bicara Partai Bharatiya Janata dari India, Nupur Sharma yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW. (disway.id/alt)