DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Lahan Kritis Capai 138 Ribu Hektare

post-img

WARINGINKURUNG- Lahan kritis di Provinsi Banten cukup banyak. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten mengungkapkan jumlahnya mencapai 138 ribu hektare.

Lahan kritis merupakan kondisi degradasi suatu lahan karena mengalami kerusakan. Baik itu kerusakan karena bencana alam atau hal lainnya.

Kepala DLH Provinsi Banten Wawan Gunawan mengatakan, lahan kritis di Banten terjadi lantaran terjadinya kerusakan lingkungan. Salah satunya, karena bencana longsor.

“Faktor terjadinya lahan kritis ini kita tidak tau kepemilikan lahannya, sehingga tidak bisa langsung melakukan intervensi pencegahan,” katanya di Kecamatan Waringinkurung, beberapa waktu lalu.

Wawan mengatakan, lahan kritis terjadi di berbagai wilayah. Mulai dari kawasan industri, lahan masyarakat, hingga milik negara. “Dari Pemerintah Pusat, tahun ini kita mendapatkan 600 ribu bantuan batang pohon,” ujarnya.

Dikatakan Wawan, untuk menangani lahan kritis itu pihaknya berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten kota hingga pihak swasta untuk melakukan reboisasi. “Melalui pemerintah kabupaten ini, kita kolaborasikan dengan kecamatan dan desa,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Serang Prauri mengatakan, lahan kritis di Kabupaten Serang jumlahnya fluktuatif. Namun, sering ditemukan di wilayah Waringinkurung, Anyar, Mancak dan Kecamatan Cinangka. 

Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menangani lahan kritis. Salah satunya melakukan penanaman pohon. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemulihan pada wilayah pesisir yang terkena abrasi dengan melakukan penanaman mangrove. (jek/bie)