DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Mendag Zulhas Buat Crisis Center

post-img

JAKARTA - Menteri Perdagangan Zul­kifli Hasan berupaya agar harga mi­nyak goreng dan barang kebutuhan pokok segera terkendali. Upaya itu antara lain dengan membuat crisis center (pusat krisis) dan task force (satuan tugas) migor. 

“Tadi pagi saya meminta untuk mem­buat crisis center (pusat krisis)dan task force (satuan tugas) migor. Saat ini juga sudah adahotline (saluran telepon). Kemendag akan mengerahkan segala daya dan upaya untuk menyukseskan ini,” pungkas Mendag Zulhas dikutip dari siaran pers.

Untuk memastikan harga terjangkau, lanjut dia, pemerintah berharap adanya kerja sama antara masyarakat dan pe­­laku usaha untuk melaporkan ke Sat­­­­gas Pangan atau lembaga-lembaga ter­kait jika ada pelanggaran di lapangan. 

Mendag Zulhas juga mengatakan akan memastikan koordinasi dengan Me­n­teri Pertanian untuk memastikan kondisi pasokan bapok sehingga dapat menjamin keterjangkauan harga bapok. “Mengenai pertanian, cabai dan seba­gainya. Pulang dari sini saya akan kontak menteri pertanian, kami akan koordinasi, agar diketahui penyebab kenaikan harga dan mencari jalan keluarnya ber­sama-sama,” ungkapnya. 

Sementara itu, pada hari kedua bekerja sebagai Mendag, Zulhas embali turun ke pasar. Jumat (17/6) mengunjungi Pasar Koja Baru, Jakarta Utara.  

Pada kesempatan itu, Mendag Zulhas menegaskan komitmennya untuk segera mengeksekusi perintah Presiden Joko Widodo untuk mengendalikan harga-harga barang kebutuhan pokok (bapok), terutama minyak goreng (migor).

“Hari kedua bekerja, semaksimal mung­kin harus cepat menyerap dan memetakan persoalan yang ada. Jadi saya akan fokus sisa waktu setahun dua tahun urus ke­ter­sediaan pangan dan harga ter­jang­kau. Saat ini, saya sedang me­mantau efek­tivitas program migor 2 liter per 1 KTP. Program ini diharapkan tidak ada ham­­batannya,” ujar Mendag Zulhas. (bie)