DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Visioner dan Peduli ke Anak Buah

post-img

In Memoriam Mantan Bupati Serang Sukron Roshadi

SERANG - Mantan Bupati Serang Sukron Roshadi meninggal dunia di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (15/6). 

Sukron Roshadi merupakan Bupati Serang periode 1993-1998. Almarhum menjabat Bupati Serang hasil pemilihan oleh DPRD menggantikan MA Sam­purna.

Tidak banyak jejak digital ataupun berkas informasi yang mengisahkan tentang Sukron Roshadi. Namun, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa meru­pakan salah satu saksi hidup kiprah mantan bupati tersebut.

Pandji mengenang kiprah Sukron Roshadi saat menjabat sebagai bupati. Saat itu, Pandji menjabat sebagai Ke­pala Bagian Humas di Pemkab Serang.

Menurutnya, Sukron Roshadi meru­pakan sosok pemimpin yang visioner. Kemudian, juga sangat dekat dengan anak buahnya. “Pak Sukron itu sangat visioner, dia berpandangan jauh ke depan, orangnya juga care ke anak buah,” katanya, Jumat (17/6).

Pandji mengatakan, beberapa pem­bangunan pada masa kepemimpinan Sukron Roshadi masih dirasakan hingga saat ini. Di antaranya , pembangunan Gedung Seba Guna (GSG) Serang di Ciceri, yang kini sudah menjadi gedung OPD Pemkot Serang.

“Banyak pembangunan waktu beliau, termasuk gelanggang remaja juga itu beliau yang bangun,” ujar Pandji.

Kemudian, sejumlah jalan yang saat ini menjadi akses utama di wilayah Kota Serang dan Kota Cilegon juga merupakan buah karya kepemimpinan Sukron Roshadi. “Pelebaran jalan (di Kota Serang) dari jalan kereta sampai Keresidenan itu tadinya kan kecil, itu beliau yang lebarin sampai ngegeser Masjid Ciwaktu,” ujarnya.

Lalu, pelebaran jalan menuju Simpang Tiga Kota Cilegon juga dilakukan pada masa kepemimpinan Sukron Roshadi.

“Waktu itu Cilegon belum jadi kota, tapi beliau sudah berpikiran bahwa Cilegon itu akan menjadi kota besar, makanya dia lebarkan jalannya dari rel kereta sampai ke Simpang Tiga itu,” ucapnya.

Selain banyak membangun, Sukron Roshadi juga dikenal sangat apik dalam menyelesaikan masalah. “Kalau ada masalah, pasti beliau selesaikan,” pungkasnya. (jek/bie)