DECEMBER 9, 2022
Utama

Airlangga: Dibanding Negara Lain Situasi Ekonomi Indonesia Relatif Baik

post-img

KUNJUNGAN IMF: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto (tengah) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Managing Director of the International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva, di Istana Bogor, Minggu (17/7).

JAKARTA - Presiden Joko Widodo me­nerima kunjungan Managing Di­rector of the International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva di Istana Bogor, Minggu (17/7). Presiden di­dampingi Menteri Koordinator Bi­dang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto dan Menteri Ke­uangan Sri Mulyani. 

Dalam pertemuan itu Menko Per­eko­nomian Airlangga menuturkan, ada sejumlah hal yang disampaikan Presiden Jokowi kepada perwakilan IMF. Antara lain, catatan bagus pe­me­rintah terkait kondisi pereko­nomian Indonesia, penanganan pandemi Co­vid-19, dan presidensi G20 In­donesia.

”Bapak Presiden menyampaikan eko­nomi Indonesia relatif sedang baik dan dimana inflasi sekitar 4,2 per­­sen, pertumbuhan ekonomi 5,01 per­­sen, kemudian juga dalam situasi ekonomi dibanding negara lain, kita punya GDP ratio 42 persen, beberapa negara itu mencapai 100 persen,” kata Airlangga dikutip dari Sekretariat Presiden, Minggu (17/7).

Ketua Umum Partai Golkar ini me­nambahkan, Presiden juga menyam­paikan defisit APBN masih sekitar em­pat persen dan neraca perdagangan In­donesia selama 26 bulan surplus. Airlangga mengatakan, situasi ekonomi Indonesia relatif baik dibandingkan negara-negara lain.

”Beberapa negara masuk resesi, te­tapi Indonesia terlihat potensi dari resesinya dibanding berbagai negara lain relatif sangat kecil yaitu sekitar tiga persen,” kata Airlangga.

Airlangga menambahkan, dalam per­temuan tersebut, pemerintah ber­harap IMF bisa terus mendukung ke­­pemimpinan Indonesia dalam Pre­sidensi G20 tahun ini.

Pemerintah Indonesia berharap na­­rasi positif terus dilakukan emerging countries beserta IMF. Sebab, peme­rintah khawatir kondisi inflasi yang naik di berbagai negara dan tingkat suku bunga akan masuk rezim baru. 

”Yaitu kenaikan tingkat suku bunga global dan tentu sangat mempengaruhi terhadap investasi yang sangat di­bu­tuhkan oleh Indonesia,” kata Airlangga.

Airlangga yang juga Ketua Komite Pe­­nanganan Covid-19 dan Pemulihan Eko­nomi Nasional (KPCPEN) ini meng­aku, terkait penanganan Cov­id-19, Presiden Jokowi menyam­pai­kan vak­sinasi di Indonesia sudah tinggi yakni untuk dosis satu lebih dari 90 persen dan dosis kedua lebih 80 persen. Se­mentara, vaksin dosis penguat atau booster sedang digenjot peningkatannya.

Di sisi lain, Airlangga mengatakan, Di­rek­tur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva ikut menyampaikan harapan agar Indo­nesia bisa berperan banyak melalui Pre­sidensi G20. Khususnya untuk pena­nganan konflik di Ukraina. Sebab, secara politik G20 sangat krusial. “Terutama untuk pe­na­nganan konflik di Ukraina dan dunia ber­harap banyak kepada Indonesia ter­utama kepada Bapak Presiden Jokowi agar Indonesia bisa memberikan solusi menjelang G20 nanti,” tegas Airlangga.(*)

#fadhil