RUSAK RUMAH: Rumah warga di Desa Gunungwangun, Kecamatan Cibeber, rumah akibat terdampak longsor, Sabtu (16/7).(BPBD Lebak)
Akibat Angin Kencang dan Longsor
LEBAK – Hujan deras disertai angin kencang di wilayah Lebak selatan mengakibatkan dua rumah di Kecamatan Malingping dan Cibeber rusak berat. Kejadian tersebut membuat korban harus mengungsi ke rumah kerabatnya, karena kondisi rumah rata dengan tanah.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, di Malingping, rumah Mujib di Kampung Cibangkonol, Desa Sumberwaras, rata dengan tanah akibat hujan dan angin kencang pada Jum’at 15 Juli 2022 sekira pukul 19.30 WIB. Saat kejadian, Mujib dan keluarganya tengah berkunjung ke rumah orangtuanya yang tidak jauh dari tempat tinggalnya tersebut.
”Saat kejadian saya bersama anak istri sedang berkunjung ke rumah orang tua yang jaraknya tidak jauh dari rumah saya. Terus mendengar suara bangunan roboh. Kirain saya itu hanya sebuah pohon yang tumbang. Tapi saat saya keluar untuk melihatnya ternyata itu rumah tertimpa sama pohon,” kata Mujib kepada Radar Banten, Sabtu (16/7).
Kini dirinya pun hanya bisa pasrah dan mengumpulkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Untuk sementara, dirinya berencana tinggal di rumah orangtuanya. ”Sementara ini kita ngungsi dulu ke rumah orangtua,” ujarnya.
Sementara itu, bencana longsor juga merusak rumah Juanda (38) di Kampung Pasirinpres, Desa Gunungwangun, Kecamatan Cibeber. Longsor yang terjadi pada Sabtu (16/7) sekira pukul 5.30 WIB itu akibat insentitas hujan yang menguyur wilayah Cibeber.
Hujan deras, mengabikabtkan tebing setinggi 3 meter di belakang rumah Juanda tidak kuat menahan debit air sehingga longsor dan menimpa rumah korban. Akibatnya, rumah Juanda mengalami rusak berat pada bagian tembok dapur dan atap rumah.
”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian akibat bencana longsor ditaksir mencapai Rp30 juta,” kata Sukarman, relawan BPBD Lebak.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama menginformasikan, longsor juga terjadi di ruas Jalan Cikotok-Cimaja di Desa Cikadu, Kecamatan Cibeber. Akibatnya, lalu lintas di ruas jalan provinsi tersebut sempat terputus. Namun sekarang sudah bisa dilintasi kembali oleh masyarakat. Karena Dinas PUPR Banten langsung mengerahkan alat berat untuk menyingkirkan material longsor di jalan tersebut.
”Alhamdulillah saat ini jalan sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelasnya.
Ia menyebut, wilayah Cibeber merupakan daerah rawan longsor. Untuk itu, BPBD mengimbau kepada warga untuk berhati-hati saat hujan deras mengguyur.
”Desa Cikadu memang daerah rawan longsor, baik itu pemukiman maupun akses jalannya. Untuk itu, kita minta kepada warga dan juga pengendara untuk lebih berhati-hati. Karena BMKG memprediksi hujan masih akan mengguyur hingga dua hari ke depan,” pungkasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
