DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Dua Rumah di Lebak Selatan Rusak Berat

post-img

RUSAK RUMAH: Rumah warga di Desa Gunungwangun, Kecamatan Cibeber, rumah akibat terdampak longsor, Sabtu (16/7).(BPBD Lebak)


Akibat Angin Kencang dan Longsor

LEBAK – Hujan deras disertai angin kencang di wilayah Lebak selatan meng­aki­batkan dua rumah di Kecamatan Ma­lingping dan Cibeber rusak berat. Ke­jadian tersebut membuat korban harus mengungsi ke rumah kerabatnya, karena kondisi rumah rata dengan tanah.

Informasi yang dihimpun Radar Ban­ten, di Malingping, rumah Mujib di Kam­pung Cibangkonol, Desa Sumber­wa­ras, rata dengan tanah akibat hujan dan angin kencang pada Jum’at 15 Juli 2022 sekira pukul 19.30 WIB. Saat ke­jadian, Mujib dan keluarganya tengah ber­kunjung ke rumah orangtuanya yang tidak jauh dari tempat tinggalnya tersebut. 

”Saat kejadian saya bersama anak istri sedang berkunjung ke rumah orang tua yang jaraknya tidak jauh dari rumah saya. Terus mendengar suara bangunan roboh. Kirain saya itu hanya sebuah po­hon yang tumbang. Tapi saat saya keluar untuk melihatnya ternyata itu rumah ter­timpa sama pohon,” kata Mujib kepada Radar Banten, Sabtu (16/7).

Kini dirinya pun hanya bisa pasrah dan mengumpulkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Untuk sementara, dirinya berencana tinggal di rumah orangtuanya. ”Sementara ini kita ngungsi dulu ke rumah orangtua,” ujarnya.

Sementara itu, bencana longsor juga me­rusak rumah Juanda (38) di Kampung Pasirinpres, Desa Gunungwangun, Ke­camatan Cibeber. Longsor yang ter­jadi pada Sabtu (16/7) sekira pukul 5.30 WIB itu akibat insentitas hujan yang menguyur wilayah Cibeber.

Hujan deras, mengabikabtkan tebing se­t­inggi 3 meter di belakang rumah Juanda tidak kuat menahan debit air se­hingga longsor dan menimpa rumah kor­ban. Akibatnya, rumah Juanda me­ngalami rusak berat pada bagian tembok dapur dan atap rumah.

”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun ke­rugian akibat bencana longsor ditaksir men­capai Rp30 juta,” kata Sukarman, relawan BPBD Lebak.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama meng­infor­masikan, longsor juga terjadi di ruas Jalan Cikotok-Cimaja di Desa Cikadu, Ke­camatan Cibeber. Akibatnya, lalu lintas di ruas jalan provinsi tersebut sem­pat terputus. Namun sekarang sudah bisa dilintasi kembali oleh masya­rakat. Karena Dinas PUPR Banten lang­sung mengerah­kan alat berat untuk menyingkirkan material longsor di jalan tersebut.

”Alhamdulillah saat ini jalan sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelasnya.

Ia menyebut, wilayah Cibeber me­ru­pakan daerah rawan longsor. Untuk itu, BPBD mengimbau kepada warga untuk berhati-hati saat hujan deras mengguyur.

”Desa Cikadu memang daerah rawan longsor, baik itu pemukiman maupun akses jalannya. Untuk itu, kita minta kepada warga dan juga pengendara untuk lebih berhati-hati. Karena BMKG memprediksi hujan masih akan meng­guyur hingga dua hari ke depan,” pung­kasnya.(mg-02/tur)