DECEMBER 9, 2022
Sambungan

Pemprov Gencarkan Promosi Wisata

post-img

SERANG – Pemprov Banten di ba­wah kepemimpinan Pj Gubernur Al Muktabar semakin gencar mengem­bang­kan dan mempromosikan des­tinasi wisata, dalam rangka mem­bangkitkan perekonomian daerah pasca dua tahun dilanda Pandemi Covid-19.

Menurut Penjabat Sekda Banten, M Tranggono, setelah pandemi Co­vid-19 semua pihak punya masalah bagaimana meningkatkan pereko­nomian. Untuk mempercepat pemu­lihan ekonomi, sektor pariwisata bila dikelola dengan baik akan men­jadi pendorong pertumbuhan eko­nomi di Banten.

“Pengembangan destinasi wisata menjadi salah satu kebijakan untuk mengurangi ketimpangan pertum­buhan ekonomi, makanya Pemprov memiliki kewajiban untuk mengem­bangkan sekaligus mempromo­sikan­nya,” kata Tranggono usai meninjau lokasi Desa Wisata Sukarame di ka­wasan Taman Hutan Raya (Tahura) Provinsi Banten di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (16/7). 

Ia menuturkan, sedikitnya ada tiga tujuan destinasi wisata yang sedang dikembangkan di Banten untuk me­ngu­rangi ketimpangan pertumbuhan ekonomi di perkotaan dan pedesaan, yaitu Anyer, Banten Lama dan Tanara. “Saya melihat potensinya ini banyak, terdapat wisata religi dan wisata alamnya,” bebernya.

Masih dikatakan Tranggono, saat ini Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar juga sedang berkonsentrasi pengembangan pariwisata dalam percepatan pembangunan Provinsi Banten, salah satu konsep yang tengah didorong bagaimana menciptakan wisata yang nyaman bagi wisatawan. 

“Di Kabupaten Pandeglang misalnya, Kawasan Tahura sendiri sangat po­tensial menarik wisatawan asing atau mancanegara, kuncinya perlu si­nergitas, termasuk dengan warga se­kitar untuk mempromosikan destinasi ini agar lebih ramah terhadap wisatawan,” ungkapnya.

Dalam mengembangkan dan mem­pro­mosikan wisata unggulan di Ban­ten, pemprov telah melakukan iden­tifikasi lokasi-lokasi wisata di semua kabupaten/kota, sehingga ke depan para penggiat wisata dapat mena­warkan sebuah paket wisata kepada calon wisatawan.

“Alhamdulillah sudah banyak instan­si yang mau membantu pemprov untuk mengembangkan objek wisata, tapi ini kuncinya kita tidak bisa sendiri harus berkolaborasi, pada prinsipnya bagaimana kita mempercepat pertumbuhan ekonomi Banten lebih cepat lagi,” jelasnya. 

Lebih lanjut, kata Tranggono, pari­wisata saat ini bukan hanya me­ma­sarkan bagaimana lokasinya saja, me­lainkan dapat dikolaborasikan dengan penampilan kesenian. Dengan seperti itu diharapkan dapat memper­cepat pertumbuhan ekonomi. 

“Kami mendukung Desa Sukarame ini, mudah-mudahan yang kami dorong paling tidak ada Desa yang bisa menjadi pilot project untuk pilot ke desa-Desa lainnya,” tandasnya.

Lebih jauh dijelaskan Tranggono, pem­prov telah menginstruksikan Di­nas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM serta dan Kabupaten/kota untuk membina para pelaku wisata untuk ramah kepada wisatawan.

“Provinsi Banten punya pantai, gu­nung, dan budaya. Tidak jauh beda dengan Yogyakarta. Di Yogya setiap tahun destinasi berkembang. Banten perlu kembali menggali kearifan lokal. Bisa dikampanyekan atau dipromosikan melalui media massa,” urainya.

Senada, Kepala Dinas Pariwisata Banten Al Hamidi mengungkapkan, Tahun 2022 adalah kebangkitan pariwisata, makanya pemprov fokus melakukan dentifikasi potensi wisata yang bisa segera digerakkan.

“Khusus untuk destinasi wisata alam Anyer dan wisata religi Kawasan Banten Lama, dijadikan percontohan destinasi ramah wisatawan. Kami optimis pariwisata bangkit, perekono­mian meningkat,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Banten, destinasi wisata unggulan saat ini dalam kondisi yang kondusif dan aman untuk dinikmati pasca pan­demi Covid-19, sehingga bisa un­tuk memacu pertumbuhan eko­nomi dengan mendorong ekowisata

“Berdasarkan data Bank Indonesia Perwakilan Banten, sebanyak 53 per­sen pertumbuhan ekonomi Pro­vinsi Banten didorong oleh konsumsi. Sehingga konsumsi perlu didorong untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Strateginy tentu harus endorong agar orang yang datang ke Provinsi Banten membelanjakan uangnya di Banten,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pj Gubernur Banten Al Muktabar menegaskan, dalam pe­ngembangan pariwisata dan eko­nomi kreatif sangat membutuhkan kerjasama dengan seluruh stakeholder. Langkah ini diharapkan dapat per­cepat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten. 

“Yang kita persiapkan salah satunya adalah pariwisata, ketika pandemi semakin menurun. Maka kita akan menggerakkan sektor-sektor itu, tentu kolaborasi sebuah keharusan,” te­gasnya. (den/air)

#fadhil