DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Lindungi Anak

post-img

Kepala DP3AKB Kota Se­rang, Anthon Gunawan


Kekerasan seksual ter­hadap anak di Kota Se­rang kembali mencuat se­bagai persoalan men­de­sak. Hingga pertengahan Juli 2025, tercatat lebih dari 40 kasus kekerasan ter­ha­dap anak yang ditangani Di­nas Pemberdayaan Pe­rem­puan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Beren­cana (DP3AKB). Mirisnya, 80 persen di antaranya kasus pemerkosaan dan pe­lecehan seksual berat.

Kepala DP3AKB Kota Se­rang, Anthon Gunawan, me­­nyebut bahwa bentuk ke­kerasan yang dialami anak-anak tersebut tidak la­gi bersifat verbal. Banyak kasus melibatkan kontak fisik langsung yang me­ning­galkan luka fisik dan trauma psikologis menda­lam. “Bukan sekadar uca­p­an atau intimidasi, tapi tin­­dakan langsung yang m­e­rusak fisik dan psikolo­gis anak. Ini situasi darurat,” tegasnya.

Yang paling mengkha­wa­tirkan, pelaku seringkali ber­­asal dari lingkar terde­kat korban tetangga, kera­bat, bahkan orang tua sen­­diri. Anak-anak kehila­ngan ruang aman di tempat yang seharusnya melin­dungi mereka. Di beberapa ka­sus, korban bahkan tak sa­dar bahwa mereka te­ngah menjadi sasaran ke­ke­rasan. Hal ini diperburuk oleh budaya diam dan mi­nimnya edukasi soal ke­kerasan seksual di ling­ku­ngan sekitar.

Dalam menghadapi per­soalan ini, DP3AKB meng­gan­deng psikolog dan pe­negak hukum untuk mem­beri perlindungan mak­simal. Layanan pen­dam­­pingan diberikan sejak kor­ban melapor hingga proses hukum berjalan. Pu­sat Pembelajaran Ke­luar­ga (Puspaga) juga turun ke lapangan melalui la­yanan keliling, menjangkau warga di daerah-daerah yang belum terjamah.

Namun, sebagaimana kata pepatah, “butuh satu desa untuk membesarkan seorang anak”.

Kota Serang membu­tuhkan lebih banyak sosok “bapak asuh” figur-figur peduli yang bukan hanya melapor saat ada kasus, tapi juga proaktif menjaga dan memulihkan masa depan anak-anak yang menjadi korban. Anthon pun menegaskan, “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus ikut melindungi.”

Kesadaran kolektif menjadi kunci. Setiap laporan adalah peluang menyelamatkan masa depan seorang anak. Jika semua pihak bersatu, orang tua, tetangga, guru, tokoh agama, dan pemerintah bisa jadi tak hanya jumlah kasus yang menurun, tapi harapan anak-anak Serang pun bisa kembali tumbuh. (nrl/air)