Kepala DP3AKB Kota Serang, Anthon Gunawan
Kekerasan seksual terhadap anak di Kota Serang kembali mencuat sebagai persoalan mendesak. Hingga pertengahan Juli 2025, tercatat lebih dari 40 kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB). Mirisnya, 80 persen di antaranya kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual berat.
Kepala DP3AKB Kota Serang, Anthon Gunawan, menyebut bahwa bentuk kekerasan yang dialami anak-anak tersebut tidak lagi bersifat verbal. Banyak kasus melibatkan kontak fisik langsung yang meninggalkan luka fisik dan trauma psikologis mendalam. “Bukan sekadar ucapan atau intimidasi, tapi tindakan langsung yang merusak fisik dan psikologis anak. Ini situasi darurat,” tegasnya.
Yang paling mengkhawatirkan, pelaku seringkali berasal dari lingkar terdekat korban tetangga, kerabat, bahkan orang tua sendiri. Anak-anak kehilangan ruang aman di tempat yang seharusnya melindungi mereka. Di beberapa kasus, korban bahkan tak sadar bahwa mereka tengah menjadi sasaran kekerasan. Hal ini diperburuk oleh budaya diam dan minimnya edukasi soal kekerasan seksual di lingkungan sekitar.
Dalam menghadapi persoalan ini, DP3AKB menggandeng psikolog dan penegak hukum untuk memberi perlindungan maksimal. Layanan pendampingan diberikan sejak korban melapor hingga proses hukum berjalan. Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) juga turun ke lapangan melalui layanan keliling, menjangkau warga di daerah-daerah yang belum terjamah.
Namun, sebagaimana kata pepatah, “butuh satu desa untuk membesarkan seorang anak”.
Kota Serang membutuhkan lebih banyak sosok “bapak asuh” figur-figur peduli yang bukan hanya melapor saat ada kasus, tapi juga proaktif menjaga dan memulihkan masa depan anak-anak yang menjadi korban. Anthon pun menegaskan, “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus ikut melindungi.”
Kesadaran kolektif menjadi kunci. Setiap laporan adalah peluang menyelamatkan masa depan seorang anak. Jika semua pihak bersatu, orang tua, tetangga, guru, tokoh agama, dan pemerintah bisa jadi tak hanya jumlah kasus yang menurun, tapi harapan anak-anak Serang pun bisa kembali tumbuh. (nrl/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
