DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

bank bjb Luncurkan Desa Digital

post-img

PANDEGLANG - Untuk mempermudah transaksi di perdesaan, bank bjb meluncur­kan desa digital pertama di Banten yang berlokasi di Desa Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Senin (15/8). 

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Pandeglang Irna Narulita, anggota DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah, Deputi Kanwil IV bank bjb Iwan Prasetyo, Pimpinan bank bjb Pandeglang Faridha Siregar, dan tamu undangan lainnya.

Deputi Kanwil IV Bank BJB Iwan Prasetyo mengatakan, bank bjb hadir bersama pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui desa digital.

“bjb hadir bersinergi bersama pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, apabila ekonomi maju, maka masyarakat akan sejahtera,” katanya.

Dengan desa digital, lanjut dia, transaksi di desa akan semakin mudah. Seluruh transaksi perbankan masyarakat desa tidak perlu lagi jauh-jauh ke kantor bank karena bisa dilakukan di BUMDes yang sudah menjadi agen bank bjb.

“Jadi desa digital itu ekosistem di desanya harus digital. Seluruhnya diterapkan tran­saksi non tunai, di BUMDes bisa melayani transfer antar bank, transaksi penarikan tunai, setoran tunai, bayar PBB, beli pulsa, top up e-commerce, dan bayar tagihan PLN,” terangnya.

Ia berharap, dengan kemudahan transaksi yang disediakan oleh bank bjb mampu mempermudah masyarakat dalam menge­lola keuangannya dengan lebih baik.

“Masyarakat tidak lagi jauh ke bank, karena sekarang kita yang mendekat. Semoga hal tersebut dapat membantu dan mempermudah dalam segala transaksi,” harapnya.

Anggota DPR RI Rizki Aulia Rahman Nata­kusumah mengapresiasi atas komit­men bank bjb dalam mendukung ekonomi daerah melalui desa digital di Pandeglang.

“Cukup dengan smartphone, masyarakat sudah bisa melakukan transaksi. Desa digital ini akan membuat kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita juga memberikan apresiasi kepada bank bjb atas peluncuran desa digital pertama di Pandeglang. Layanan ini sangat membantu masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai yang berisiko hilang, sekarang bisa transaksi non tunai, edukasi pun tidak cukup satu atau dua kali, harus terus diarahkan,” ucapnya. (fjr/bie)