DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Kalbe Farma Tampung Jahe Merah Baduy

post-img

TINJAU LAHAN: Manajemen PT Kalbe Farma meninjau lahan pertanian jahe merah di wilayah Muncang, Kabupaten Lebak, Selasa (16/8). (Yusuf/Radar Banten)

LEBAK - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) me­lirik potensi jahe merah dari wilayah Baduy untuk dijadikan berbagai jenis obat herbal. Potensi jahe merah dari wilayah Baduy yang diserap Kalbe Farma mencapai 30 ton per tahun. 

Kepala Komunikasi Eksternal PT Kalbe Farma Tbk Hari Nugroho mengatakan, Lebak memiliki potensi SDA yang mendukung pertanian jahe merah.

Untuk itu, pihaknya melalui program Negeri Jahe Merah yang dirancang Business Unit Bintang Toedjoe Inovasi Natural (BINA), tengah mengembangkan potensi itu dengan cara mengenalkan ekosistem jahe merah ke petani di daerah Lebak.

Ekosistem yang dimaksud memiliki tujuh pilar proses, yakni pembibitan jahe merah, pe­nanaman jahe merah, pasca panen, eks­traksi atau distilasi, farmakologi, komer­sialisasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Ekosistem jahe merah yang dibangun oleh anak usaha Bintang Toedjoe merupakan salah satu upaya perusahaan dalam men­du­kung kemandirian bahan baku obat di Indonesia. Khususnya, yang berbasis herbal,” kata Hari saat ditemui di ladang jahe merah di wilayah Kabupaten Lebak, Selasa (16/8).

Manajemen Kalbe Farma melalui BINA yang merupakan divisi B2B dari Bintang Toedjoe fokus pada bahan baku natural. Pe­ru­sahaan sangat fokus dan mendukung akan keberlangsungan dan ketersediaan jahe merah terbaik.  

“Kalbe selalu mempertimbangkan keberlan­jutan dalam menjalankan operasional peru­sa­haan, terutama dampak positif terhadap ling­kungan, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan yang terkait. Hal ini demi men­capai tujuan inisiatif keberlanjutan Kalbe, yaitu Bersama Sehatkan Bangsa,” ujarnya.

Head of Commmercialization BINA PT Bin­tang Toedjoe Lidya Warjaya mengatakan, melalui program BINA, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada para petani dan memberikan jaminan kesejahteraan, seperti beasiswa untuk anak-anak petani. Juga memberikan harga yang layak untuk setiap jahe hasil panen para petani.

“Kita ingin menjadikan jahe merah ini menjadi suatu ikon yang dapat dibanggakan Indonesia, makanya melalui program BINA ini kita akan terus melakukan pemberdayaan kepada para petani dengan menjamin pasar mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lebak Rahmat Yuniar mengaku mendukung program BINA dari Kalbe Farma. Menurutnya, program yang memberikan pemahaman tentang ekosistem jahe merah ini, mampu membina petani untuk menghasilkan jahe merah terbaik dengan kuantitas yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Saya sangat berterimakasih dengan program ini. Karena bukan hanya kualitas dan kuantitas jahe merah yang meningkat. Tetapi juga SDM-nya bisa meningkat, mulai dari sikap, prilaku, pengetahuan, dan keterampilan. Bahkan, bisa menarik minat anak muda untuk menjadi petani milenial,” kata Rahmat Yuniar.

Dijelaskannya, saat ini terdapat 6 kecamatan di Lebak yang menjadi daerah produksi jahe merah, yakni Kecamatan Muncang, Sobang, Curugbitung, Cirinten, Leuwidamar, dan Maja. 

“Alhamdulillah pertanian jahe merah di Lebak setiap tahunnya terus meningkat. Ki­ta merupakan daerah dengan produksi jahe merah terbesar di Banten. Sehingga kami berharap agar Kalbe Farma dapat terus mendukung petani jahe merah,” pungkasnya.(mg-02/tur)