PARIPURNA: Walikota Serang Syafrudin menandatangani berita acara Rapat Paripurna KUA-PPAS disaksikan Wakil Ketua DPRD Kota Serang Roni Alfanto, Ratu Ria Maryana, dan Hasan Basri di DPRD Kota Serang, Senin (15/8). (qodrat/radar banten)
SERANG - DPRD Kota Serang mendorong Pemkot Serang untuk menekan defisit pada Rencana APBD Perubahan 2022. Hal itu perlu dilakukan agar RPJMD Kota Serang 2018-2023 tercapai.
Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, perubahan Rencana Kerja Anggaran (RKA) pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tahun 2022 telah disepakati Pemkot Serang. ”Tadinya defisit Rp148 miliar menjadi Rp93 miliar atau sekitar Rp55 miliar,” ujarnya kepada Radar Banten, Rabu (17/8).
Kata Budi, menekan defisit pada APBD Perubahan 2022 menjadi tuntutan Pemkot dalam merealisasikan RPJMD Tahun 2018-2023. ”Ya, kita berusaha agar defisit lebih kecil. Sehingga, pembangunan Kota Serang terus berjalan,” katanya.
Menurut Budi, Walikota Serang bisa melakukan evaluasi bagi pejabat yang diberikan kewenangan tidak bekerja maksimal dalam melaksanakan tugasnya. ”Kalau memang susah. Lebih baik, pejabatnya di evaluasi. Kan, Walikota dan Wakil Walikota punya kewenangan,” terangnya.
Budi mengungkapkan, pihaknya telah menandatangani Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun Anggaran 2022, di ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Serang, Senin (15/8).
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang Wachyu Budi Kristiawan secara terpisah mengatakan, setelah kesepakatan KUA-PPAS Perubahan bersama DPRD pihaknya akan membuat surat edaran (SE) kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Wachyu menjelaskan, pada rencana APBD Perubahan 2022, pihaknya melakukan banyak penyesuaian. Bukan hanya pada anggaran pendapatan, tapi juga belanda daerah. ”Kami perlu menekan defisit yang sebelumnya Rp148 miliar menjadi Rp93 miliar. Sehingga ada defisit yang harus kami tekan, sebesar Rp55 miliar,” terangnya.
Wachyu menjelaskan, pada KUA-PPAS Perubahan yang akan menjadi Rancangan APBD Perubahan 2022 akan terdapat pergeseran anggaran. Seperti pada Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Bantuan Keuangan (Bankeu). ”Sehingga kalau kesannya APBD naik, itu sebenarnya terdapat pergeseran dan pemangkasan anggaran. Karena kan memang banyak yang digeser,” katanya.
Sementara itu, Walikota Serang, Syafrudin, mengatakan bahwa pihaknya telah menyepakati KUA-PPAS Perubahan tahun 2022, bersama dengan pimpinan DPRD Kota Serang. ”Udah disetujui, kemudian akan dijadikan sebagai acuan dalam menyusun APBD Perubahan tahun 2022 ini,” katanya.
Ia mengatakan, pihaknya telah menetapkan alur waktu tahapan penyusunan APBD Perubahan 2022 sehingga tidak akan kembali telat sebagaimana tahun 2021. ”Ini baru rancangan ya. Untuk pedoman penyusunan APBD Perubahan 2022. Mudah-mudahan tidak terlalu lama, sehingga perubahan nanti tidak terjadi kendala seperti tahun lalu,” katanya. (fdr/bie)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
