DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Warga Karoya Gelar Lomba Tanam Sereh Wangi

post-img

FOTO BERSAMA: Warga Karoya dan mahasiswa dari Unista Tangerang dan Yayasan Erick Thohir foto bersama di sela-sela kegiatan lomba menanam sereh wangi memperingati HUT RI ke-77, kemarin. (MULYADI/RADAR BANTEN)

CISOKA–Sejumlah warga Karoya Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Ka­bupaten Tangerang, menggelar lom­ba menanam sereh wangi. Ke­giatan tersebut dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 77.

Kegiatan lomba diinisiasi oleh ma­hasiswa Kelompok 10, Kuliah Kerja Kemasyarakatan (KKK) Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang dan Yayasan Erick Thohir ini bertujuan untuk mendongkrak potensi yang ter­dapat di Kampung Karoya. 

“Kegiatan ini sangat luar biasa, dan ha­rapan saya semoga lomba ini akan le­bih memotivasi, khususnya bagi warga Carenang untuk menanam sereh,” ujar Kepala Desa Carenang Eris Risayadi, Rabu (17/8).

Dia juga mengungkapkan terima ka­sih kepada mahasiswa Unis Tange­rang dan Yayasan Erick Thohir yang su­dah mendukung dan peduli ter­hadap warga Carenang. Karena me­mang, saat ini masih sangat mem­bu­tuhkan kepedulian dari semua pihak. 

“Sehingga hal ini bisa terealisasi me­lalui lomba tanam serah, sehingga bisa menambah nilai-nilai ekonomi di desa kami. Karena sereh itu sudah dibu­didayakan dengan baik dan di­du­kung oleh lapisan semua masya­rakat tentu bisa mendongkrak eko­nomi di wilayah kami,” pungkasnya.

Senada, Ketua Pelaksana lomba me­nanam sereh Edwin Pratama men­jelaskan, Kampung Karoya sudah mem­produksi minyak sereh dan pe­nyulingan sejak satu tahun. Namun, terjadi kendala pada bahan baku produksi yang masih minim. 

“Warga lebih senang menanam pa­di dan palawija di lahan mereka.

Sementara, keunggulan dari sereh wangi ini bernilai ekonomis. Jadi sereh wangi itu ketika dibikin minyak bisa dijual sekitar 180 ribu per liter. Manfaatnya untuk parfum, minyak urut atau bisa banyak dibuat macam pro­duk lainnya,” ucap Edwin. 

Lomba tanam sereh wangi tersebut diluncurkan pada, Minggu (14/8) oleh Kepala Desa Carenang Eris Risayadi. Dan penilaian lomba akan dila­kukan pada tanggal 31 Agustus men­datang.

“Jadi masing-masing warga mem­buat tim sekitar tiga sampai lima orang. Mereka akan dinilai kerapian, per­tumbuhan dan kreasi tanaman-ta­naman yang ada di perkarangan rumah mereka setelah dua minggu penanaman,” jelas Edwin. 

Selain menunggu waktu dua pekan, Lanjut Edwin. Warga juga akan dilatih cara budidaya sereh wangi dengan mendatangkan beberapa narasumber ahli. Dan warga akan disiapkan pro­gram legalitasnya. 

“Seperti membuat koperasi atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan mereka miliki untuk akses legalnya. Karena selama ini belum ada kelompok tani di sana,” imbuhnya

Edwin menambahkan, lomba ter­sebut akan didukung dengan kegiatan workshop mengenai pelatihan pe­masaran digital sereh wangi, pe­ngelolaan media sosial branding ser­ta pembuatan website. 

“Itu kolaborasi antara mahasiswa Unis Tangerang dengan warga se­tempat,” tuturnya. 

Lomba tanam sereh berhadiahkan uang tunai dengan juara pertama men­dapatkan Rp1.000.000, juara kedua mendapatkan Rp750.000 dan juara ketiga mendapatkan Rp500.000.

“Hadiah ini sebagai motivasi warga un­tuk semangat menanam sereh wa­ngi dan bahan baku penyulingan tidak kekurangan lagi,” terang Edwin.

Edwin mengatakan, output tamba­han pada lomba tanam sereh juga sebagai branding kampung wisata atau kampung tematik. “Bisa jadi desa wisata juga dan yang mau beli mi­nyak sereh wangi bisa ke Desa Carenang tepatnya Kampung Karoya,” tambahnya. 

Edwin juga menuturkan, setelah ke­giatan KKK mahasiswa Unis Ta­ngerang dapat dijadikan sebagai program Pengabdian Kepada Masya­rakat, atau penelitian. 

“Tetap kami akan meminta du­ku­ngan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang seperti, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan dari pihak-pihak lain yang bersedia men­dukung kegiatan kami,” tukasnya. (mul/asp)