SERANG – Persoalan banjir kembali menjadi sorotan dalam evaluasi satu tahun kepemimpinan Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia. Genangan yang masih terjadi di sejumlah titik dinilai menunjukkan pekerjaan rumah besar yang belum sepenuhnya tuntas.
Kalangan mahasiswa menilai, penanganan banjir harus menjadi prioritas utama di tengah berbagai agenda pembangunan yang berjalan. Sistem drainase, normalisasi sungai, hingga perencanaan kawasan dinilai perlu dibenahi secara menyeluruh agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Ketua LMND Kota Serang, Aji Maulana, mengatakan persoalan banjir harus menjadi fokus utama evaluasi setahun pemerintahan Budi-Agis. Menurutnya, genangan yang masih terjadi menunjukkan perlunya langkah yang lebih terukur dan konsisten. “Kami melihat sudah ada langkah pembenahan, terutama soal drainase. Tapi konsistensi dan pengawasan harus diperkuat agar banjir ini benar-benar bisa ditekan,” ujarnya, Selasa (17/2).
Ia menilai, banjir bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kualitas perencanaan pembangunan. Setiap proyek infrastruktur, kata dia, harus memiliki kajian hidrologi dan sistem drainase yang matang.
Sorotan juga diarahkan pada revitalisasi kawasan Royal Baroe senilai Rp10 miliar dari APBD Perubahan 2025. Dua hari pasca peresmian pada 28 Desember 2025, kawasan tersebut terendam banjir, disusul genangan 20–40 sentimeter pada 12 Januari 2026. “Kejadian itu menunjukkan lemahnya perencanaan, terutama kajian hidrologi dan sistem drainase. Ikon kota seharusnya dibangun dengan fondasi teknis yang matang,” kata Aji.
Ia juga menilai program penanganan banjir dalam 100 hari kerja belum menunjukkan capaian signifikan. Normalisasi sungai dinilai baru digarap di akhir tahun, sementara drainase perumahan dan PJU terpadu belum sepenuhnya tuntas. Menurut Aji, penyelesaian banjir memang tidak bisa instan. Namun progresnya harus terukur, transparan, dan memiliki target yang jelas agar publik dapat menilai sejauh mana komitmen pemerintah direalisasikan.
Ia mengatakan, persoalan banjir juga berkaitan dengan kondisi sosial-ekonomi warga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, angka kemiskinan Kota Serang mencapai 5,51 persen dengan garis kemiskinan Rp556.702 per kapita per bulan. “Angka ini mencerminkan kerentanan warga. Ketika banjir terjadi, kelompok rentan yang paling terdampak,” ujarnya.
Sebagai ibukota Provinsi Banten, Kota Serang juga menjadi bagian dari total 556.700 jiwa penduduk miskin di tingkat provinsi. Pendapatan per kapita kota masih berada di bawah rata-rata kabupaten/kota se-Banten.
Ia mengingatkan, pertumbuhan ekonomi yang tidak inklusif akan memperberat dampak banjir bagi masyarakat kecil. Proyek pembangunan, menurutnya, harus memberikan efek pengganda yang nyata.
Di sisi fiskal, pemangkasan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp186 miliar pada 2026 dari total APBD sekitar Rp1,5 triliun juga dinilai menjadi tantangan dalam penanganan banjir. “Kalau tidak ada penajaman prioritas, termasuk pada sektor drainase dan pengendalian banjir, program unggulan bisa terancam,” tegasnya.
Karena itu, ia mendorong Pemkot Serang untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar memiliki ruang fiskal yang cukup dalam membenahi infrastruktur pengendali banjir. “Tanpa perencanaan matang dan kemandirian fiskal, persoalan banjir akan terus berulang. Ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah ke depan,” katanya.
Menanggapi sorotan ini, Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia masih mengupayakan untuk menuntaskan persoalan banjir yang selama ini menjadi masalah klasik di Kota Serang. Pembenahan drainase dan normalisasi saluran air kini dikebut sebagai prioritas utama. Komitmen itu kembali diuji setelah hujan deras pada Januari kemarin menyebabkan genangan di 11 titik wilayah Kota Serang. Sepuluh titik berada di Kecamatan Serang dan satu titik di Kecamatan Cipocok Jaya.
Banjir dipicu tingginya debit air yang tidak mampu tertampung saluran drainase. Volume air yang besar saat hujan deras membuat air meluap ke permukiman warga dan sejumlah ruas jalan. Di Kecamatan Serang, genangan terjadi di Lingkungan Bumi Agung Permai dan Sumur Pecung dengan ketinggian air mencapai 25 sentimeter. Air juga menggenangi depan SPBU Kebaharan, Kelurahan Lopang, setinggi 30 sentimeter.
Genangan lebih tinggi terjadi di wilayah Unyur hingga 40 sentimeter. Sementara di depan SPBU Kepandean, ketinggian air mencapai 30 sentimeter sehingga arus lalu lintas melambat. Di kawasan Ciwaktu, air menggenang sekitar 15 sentimeter. Sedangkan di Kelurahan Cimuncang terdapat tiga titik banjir dengan ketinggian antara 35 hingga 80 sentimeter.
Menanggapi hal tersebut, Budi Rustandi, mengatakan persoalan banjir menjadi perhatian serius dalam setahun masa kepemimpinannya. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bekerja maksimal dan tidak menunda penanganan.
“Kita tidak ingin penanganan ini setengah-setengah. Semua OPD harus bergerak sesuai kewenangannya. Mitigasi harus dilakukan sejak awal, bukan menunggu kondisi membesar,” tegasnya
Budi menjelaskan, revitalisasi drainase tengah dilakukan di sejumlah titik rawan banjir. Selain itu, normalisasi sungai dan pembersihan saluran air terus digencarkan sebagai solusi jangka menengah dan panjang. Tak hanya itu, Pemkot Serang juga menyalurkan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta pendampingan bagi warga terdampak. Menurut Budi, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat terjadi bencana adalah bentuk tanggung jawab.
Sementara itu, Nur Agis Aulia mengatakan, pola penanganan banjir saat ini dilakukan lebih terstruktur dan responsif dibanding sebelumnya. Koordinasi lintas OPD diperkuat agar penanganan tidak berjalan parsial.
“Kalau dibandingkan sebelumnya, sekarang kita lebih sigap dan lebih taktis. Memang belum langsung terlihat hasil akhirnya karena ini proses pembenahan sistem, terutama drainase,” ujarnya.
Agis memastikan seluruh program penanganan banjir berjalan sesuai perencanaan. Ia juga menyebut koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat terus dilakukan guna memperkuat dukungan anggaran dan teknis. (nrl/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
