DECEMBER 9, 2022
Utama

Al Terjun ke Desa Pantau Penanganan Stunting

post-img

CEK TIMBANGAN: Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengecek timbangan posyandu di Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, kemarin. (biro adpim pemprov banten)

SERANG – Peran Desa mensukseskan program pemerintah pada penanganan stunting dan gizi buruk sangat penting. Sinergi antar keduanya harus terkoordinasi dengan baik agar cita-cita me­wujudkan generasi emas Indonesia terwujud. 

Hal tersebut dikatakan Penjabat (Pj) Gu­bernur Banten Al Muktabar seusai mengunjungi kantor Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Senin (18/7).

Al Muktabar mengungkapkan, pihaknya mendiskusikan banyak hal bersama unsur penyelenggara Pemerintahan di tingkat Desa. Khususnya berkenaan dengan pe­nanganan stunting yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo.

“Kita juga melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan di desa dalam upaya pen­cegahan stunting dan gizi buruk. Tinggal nanti kita arahkan agar bisa lebih baik dan optimal,” ujarnya. 

Selain itu, Al Muktabar menilai baik kader posyandu maupun kader PKK dan lainnya memiliki peran dalam penanganan stunting dan gizi buruk di masing-masing wilayah kerjanya. Hal itu mengingat para kader bersentuhan langsung pada level terkecil yakni rumah tangga. 

“Kita akan fokus berkomunikasi secara aktif dengan para kader, untuk mengetahui per­kembangan dan kendala yang dite­mukan di lapangan dalam penanganan stunting,” katanya. 

Dikatakan Al Muktabar, sinergi dan ko­munikasi yang baik merupakan kunci guna kesuksesan program penanganan stunting yang saat ini sedang gencar dila­kukan oleh Pemprov Banten. 

“Sinergi menjadi kuncinya. Jadi semua harus kita aktifkan dalam mengisi pem­bangunan di Provinsi Banten ini,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Al Muktabar juga me­ninjau embung di Pondok Permata, Desa Rajeg Mulya. Embung ini menjadi salah satu sarana resapan dan penyimpan air yang dijadikan warga setempat sebagai sarana ketahanan pangan.

Jika embung ini bisa dioptimalkan penge­lolaannya, maka bisa menjadi salah satu sumber pendapatan Desa. Selain sebagai penopang ketahanan pangan masyarakat sekitar.

“Ini bagus sekali, harus terus diperta­hankan guna ketahanan pangan warga,” ungkapnya. 

Masih menurut Al Muktabar, potensi-potensi tersebut harus dapat terus di­kem­bangkan. Pengembangan itu dapat di­jadikan sebagai daya dukung dalam pembangunan suatu daerah.

“Ini bagian yang terus kita giatkan sebagai upaya kita menumbuhkembangkan potensi pembangunan Desa,” tandasnya.

Dalam kunjungan itu, Al Muktabar di­dampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Sitti Ma’ani Nina, dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Banten Beni Ismail. (den/air)

#fadhil