Banyak orang beralih ke suplemen herbal. Harapannya, mendapatkan solusi kesehatan yang alami dan bebas efek samping. Faktanya, tidak semua produk herbal aman dikonsumsi.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis temuan mengejutkan pada awal 2024. Delapan produk obat tradisional dan suplemen kesehatan yang beredar di Indonesia teridentifikasi mengandung zat berbahaya, seperti bahan kimia obat dan logam berat. Bahkan, 68 produk lainnya terbukti menambahkan zat kimia farmasi dalam formula mereka, namun tidak mencantumkannya pada label kemasan.
Kenapa suplemen herbal bisa berbahaya?
Meskipun berbahan dasar tanaman, penggunaan suplemen herbal tetap memiliki risiko. Sama seperti obat-obatan kimia, suplemen herbal juga mengandung zat aktif yang bekerja dalam tubuh.
Jika tidak digunakan dengan baik dari sisi dosis, frekuensi, atau kombinasi dengan obat lain bisa menimbulkan efek samping serius.
Ada beberapa alasan utama suplemen herbal bisa membahayakan tubuh.
1. Dosis tidak terstandar.
Satu kapsul ekstrak herbal bisa mengandung puluhan kali lipat zat aktif dari bahan alami aslinya. Misalnya, kunyit yang aman dalam masakan bisa menyebabkan gangguan hati jika dikonsumsi dalam bentuk ekstrak tinggi dosis secara berlebihan.
Masalahnya, tidak semua suplemen mencantumkan dosis pasti secara jelas. Padahal, dosis berlebih dari bahan alami justru dapat menjadi racun bagi tubuh, terutama bila dikonsumsi jangka panjang.
2. Risiko kontaminasi.
Beberapa suplemen herbal ditemukan mengandung logam berat seperti timbal atau tercemar bakteri karena proses produksi yang tidak bersih.
Jika dikonsumsi terus-menerus, zat-zat itu bisa menyebabkan gangguan pencernaan, merusak fungsi hati, hingga memicu masalah saraf.
3. Zat tambahan berbahaya.
Banyak produk yang menambahkan bahan kimia seperti steroid, sildenafil, hingga paracetamol untuk memperkuat efek, namun tidak mencantumkannya di label.
Ada saja produsen nakal menambahkan zat kimia farmasi ke dalam produk herbal mereka, tetapi tidak mencantumkannya di label. Padahal, itu bisa menyebabkan overdosis atau efek interaksi berbahaya.
4. Efek interaksi dengan obat dari dokter.
Beberapa herbal bisa bereaksi dengan obat medis dan memicu efek samping. Misalnya, ginseng bisa memengaruhi tekanan darah, sedangkan daun senna bisa memperkuat efek pencahar.
Jika dikonsumsi bersamaan dengan obat resep, risikonya bisa bertambah, tapi banyak orang belum menyadari hal ini.
5. Kurangnya pengawasan dan uji klinis.
Suplemen herbal tidak wajib menjalani uji klinis seperti obat medis. Banyak produk cukup punya izin edar, lalu langsung dijual ke pasaran tanpa bukti efektivitas atau keamanan jangka panjang.
Risiko baru terungkap setelah ada laporan dari pengguna. Sayangnya, tidak semua kasus langsung tertangani atau disadari sejak awal.
Tip memilih suplemen herbal secara aman:
1. Selalu baca label dan komposisi.
Pastikan semua bahan yang digunakan tercantum secara jelas. Hindari produk yang hanya menuliskan “Ramuan Rahasia” atau “Formulasi Khusus” karena bisa saja menyembunyikan zat berisiko yang tidak diketahui.
2. Cek nomor izin edar.
Suplemen yang legal harus punya nomor registrasi dari BPOM di kemasannya. Kamu bisa cek keasliannya lewat situs resmi cekbpom.pom.go.id.
3. Hindari produk dengan klaim berlebihan.
Waspadai produk yang mengklaim dapat menyembuhkan segala penyakit, menurunkan berat badan drastis dalam seminggu, atau menjanjikan efek instan tanpa usaha.
4. Konsultasikan dengan tenaga medis.
Terutama jika kamu sedang mengonsumsi obat resep atau memiliki penyakit kronis. (Billgheza genrb/Fjr/don)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
