SERANG - Di Kecamatan Kasemen saat ini masih ada 23 tempat pembuangan sampah liar. Hal ini membuat Pemerintah Kecamatan Kasemen giat membersihkan sampah di tempat-tempat tersebut.
Camat Kasemen Ahmad Nuri mengaku saat pertama menjabat Camat Kasemen, tempat pembuangan sampah liar ada di 27 lokasi. Kini lima telah tertangani. "Alhamdulillah sekarang sampah-sampah yang liar itu terus kita bersihkan, tiap Jumat," ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/8).
Nuri menjelaskan, ada tiga pendekatan untuk menyelesaikan persoalan sampah di Kasemen. Pertama, menumbuhkan kesadaran publik untuk menjaga kebersihan di masyarakat. "Karena setelah kita identifikasi dan kita analisa serta kita lakukan beberapa hal terkait kesadaran publik. Memang masyarakat harus didorong oleh sosialisasi yang lebih masif," katanya.
Kesadaran publik tersebut dilakukan dengan berbagai sosialisasi, hingga ceramah agama oleh tokoh ulama sehingga sosialisasi yang berulang akan menjadi sebuah kebiasaan. "Jadi harus didorong menggunakan hujjah agama oleh ulama, kemudian pemerintah lewat aturannya, dan juga tokoh-tokoh kultural," terangnya.
"Agar masyarakat itu sadar betul bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari pada iman. Menjaga kebersihan juga adalah perintah agama juga untuk menjaga kesehatan," tambah Ketua GP Ansor Provinsi Banten itu.
Pendekatan kedua yaitu pemerintah melakukan tindakan dengan cara terus berkolaborasi dengan beberapa stakeholder yang ada di lingkungan Kecamatan Kasemen. "Yang ketiga kita instruksikan sampai ke tingkat RT RW. Untuk memberikan kesadaran jika ada sampah yang masih numpuk laporkan ke kita," terangnya.
Untuk memaksimalkan penanganan sampah, Nuri meminta kepada Walikota dan Wakil Walikota Serang agar ada pelimpahan kewenangan penanganan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dengan begitu pengelolaan sampah dapat ditangani lebih cepat. "Kalau misalnya armadanya di kasih ke kita, anggarannya dikasih ke kita, terus tenaganya kasih ke kita, kita gampang," katanya.
"Misalnya ada sampah ke jalan Petekong, dalam hitungan hari, tiga hari kita akan selesaikan. Numpuk lagi kita akan selesaikan," tambah Nuri.
Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin mengatakan, keberadaan camat sebagai kepanjangtanganan Pemkot Serang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan sampah di tiap wilayah. "Penanganan pembuangan tempat sampah liar ini membutuhkan inovasi, keterlibatan semua komponen," katanya.
Menurut Subadri, kini tempat pembuangan sampah liar, bukan hanya berada di wilayah yang padat penduduk seperti Kecamatan Serang dan Cipocok Jaya. Tapi hampir merata di tiap wilayah. "Kalau tidak diantisipasi, saya yakin permasalahan sampah akan jadi bom waktu. Ini butuh kesadaran bersama," terangnya.
"Pemkot Serang harus hadir dalam hal ini camat juga harus berinovasi terus juga para OPD-OPD yang lain juga harus bersinergi karena tidak bisa berdiri sendiri," tambah Subadri. (fdr/bie)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
