DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Cuaca Ekstrem, Hasil Tangkapan Nelayan Berkurang

post-img

PELELANGAN IKAN: Penjual ikan menjajakan ikan segar di tempat pelelangan ikan Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, kemarin. (Yusuf Permana/Radar Banten)

LEBAK - Para nelayan di wilayah Lebak Se­latan mengeluhkan berkurangnya hasil tang­kapan ikan sejak awal Agustus 2022. Kondisi tersebut diduga akibat cuaca ekstrem yang kerap melanda perairan di wilayah Lebak Selatan.

Wading Griana, nelayan asal Kecamatan Wa­nasalam mengatakan, cuaca ekstrem kerap terjadi pada sore hingga malam hari atau saat nelayan pergi melaut. Akibatnya, hasil tangkapan ikan menurun drastis diban­dingkan sebelumnya.

“Cuacanya sekarang kurang mendukung, kalau siang hari cuacanya cerah, tapi di sore atau malam hari itu terjadi cuaca buruk. Jadi, yang biasanya dapat ikan sampai 1 ton perhari, sekarang setengahnya sa­ja jarang,” kata Wading kepada Radar Banten, Kamis (18/8).

Dijelaskannya, akibat cuaca ekstrem dirinya dan para nelayan lain hanya bisa mencari ikan di siang hari. Karena, jika di malam hari kerap terjadi badai yang berpotensi membahayakan kese­lamatan para nelayan.

“Sekarang kita cuma nangkap siang hari, padahal waktu tangkap ikan terbaik itu di malam hari. Tapi mau gimana lagi, dari pada bahaya,” ujarnya.

Wading mengaku kerap mendapatkan hasil yang tidak memuaskan, sehingga hasil penjualan ikan hanya cukup untuk biaya operasi saja. Karena cuaca ekstrem, banyak nelayan yang terpaksa beralih profesi menjadi tukang ojek.  

“Kalau cuacanya kurang mendukung kadang saya juga ngojek di Pasar Binu­angeun, lumayan buat jajan anak di ru­mah dan yang penting masih bisa ma­kan,” katanya.

Minimnya hasil tangkapan nelayan juga dikeluhkan para pedagang di tempat pelelangan ikan Binuangeun, Kecamatan Wanalasam.

Salah seorang pedagang, Nurbaya me­nyatakan, hasil tangkapan nelayan yang minim berdampak terhadap pe­dagang. Karena cumi yang menjadi an­dalan untuk jualan sudah tidak dite­mukan sejak awal bulan Agustus.

“Sekarang nyari Cumi susah. Padahal banyak pelanggan yang nanyain. Selain itu harga ikan juga naik, seperti ikan kembung yang awalnya Rp 25.000 naik menjadi Rp 35.000 perkilogram,” te­rangnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizki Pratama mem­benarkan jika saat ini wilayah Kabupaten Lebak tengah dilanda cuaca ekstem. Bahkan, ketinggian gelombang di wilayah Lebak Selatan mencapai 4 hingga 6 meter.

“Ya, cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang masih sering melanda wilayah Kabupaten Lebak. Berdasarkan rilis dari BMKG, cuaca seperti itu masih akan terus terjadi hing­ga beberapa hari ke depan,” pung­kasnya. (mg-02/tur)