DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Tirta Madani Ditarget Tambah Pelanggan

post-img

SERANG – Pemkot Serang meminta Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Madani Kota Serang menambah sambungan langganan (SL) air bersih atau sistem penyediaan air minum (SPAM).

Penambahan SL dilakukan untuk menjangkau wilayah kekurangan air bersih di Kecamatan Kasemen.

Demikian diungkapkan Walikota Serang Syafrudin usai melantik Pengurus Perumdam Tirta Madani Kota Serang yang berlangsung di Kantor Perumdam Tirta Madani, Kasemen, Kamis (18/8).

 

Hadir pada acara tersebut Ketua Dewan Pengawas Perumdam Tirta Madani Nanang Saefudin, Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang Yudi Suryadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang M Ridwan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang Ritadi B Muhsinun, Plt Direktur Perumdam Tirta Madani Nana Sukmana, Camat Kasemen Ahmad Nuri dan tamu undangan lainnya.

 

Syafrudin mengatakan, saat ini Perumdam Tirta Madani sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Perumdam Tirta Madani bisa memaksimalkan pengembangannya. Utamanya, Perumdam hadir untuk memberikan layanan air bersih kepada masyarakat.

“Kalau tahun ini baru 3.500 sambungan langganan. Maka ke depan harus meningkat, minimal tambah 4.000 saluran langganan lagi di tahun depan,” ujarnya.

Menurut Syafrudin, sekarang banyak sekali daerah yang membutuhkan air bersih terutama masyarakat di Kecamatan Kasemen. Kondisi air di kecamatan dengan wilayah dekat dengan laut airnya payauPerumdam Tirta Madani harus fokus memberikan layanan dan menambah saluran langganan.

“Jadi, difokuskan untuk wilayah Kecamatan Kasemen terlebih dahulu, setelah itu Kecamatan lain yang membutuhkan,” terangnya.

 

Untuk merealisasikan hal tersebut, Perumdam tak hanya mengandalkan kemampuan APBD Kota Serang. Ia berharap Perumdam Tirta Madani melakukan banyak inovasi, seperti memaksimalkan bantuan pemerintah pusat. “Tinggal Perumdamnya saja. Yang penting pelayanan masyarakat terpenuhi,” katanya.

 

Tak hanya itu, kata Syafrudin, setelah ditetapkannya menjadi Perumdam Tirta Madani yang sebelumnya Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB), menuntut Perumdam untuk mengembangkan berbagai layanan agar bisa menghasilkan pendapatan daerah.

 

Ia berharap pengurus Perumdam Tirta Madani dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tupoksi dalam perda, serta dapat memenuhi setiap kebutuhan masyarakat terkait air bersih.

 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumdam Tirta Madani Kota Serang Nana Sukmana mengatakan, saat ini terdapat 3.500 SL air bersih yang disalurkan pada masyarakat. Tahun 2023 mendatang, pihaknya berencana untuk membuat 4.000 sambungan lagi.

“Tapi, tentunya kami membutuhkan modal, tinggal bagaimana perhatian pemerintah kota memberikan itu kepada kami. Namanya perusahaan kan sebagai operator, kalau pemerintah (sanggup) tentu kami siap untuk menjalani," katanya.

 

Sebelumnya, dikatakan dia, Perumdan Tirta Madani Kota Serang belum memiliki produksi air bersih karena pada saat itu water treatment plan masih di bawah kewenangan sebuah perusahaan asal Malaysia. Namun pada 2022 semua aset telah menjadi milik Pemkot Serang dan saat ini memproduksi air bersih sebanyak 40 liter per detik di kawasan Banten Lama.

“Awalnya kami belum mempunyai produksi, namun saat ini sudah ada di Banten Lama sebanyak 40 liter per detik, tapi rusak terkena banjir. Insya Allah bulan ini sudah selesai diperbaiki, dan bisa dioperasikan," terangnya.

 

Dia menjelaskan, nantinya air bersih akan dialirkan atau disambungkan ke rumah-rumah warga, dengan tarif yang cukup terjangkau. Yakni sebesar Rp3.500 per kubik air bersih, namun ke depan akan ada penyesuaian harga sesuai dengan peraturan daerah.

 

"Kami perusahaan, ada tarifnya dan tentunya harus ada penyesuaian juga. Kalau sekarang Rp3.500 per kubik, itu harga yang cukup murah dibandingkan yang lain," terangnya.

 

Ketua Dewan Pengawas Perumdam Tirta Madani Nanang Saefudin mengatakan, Pemkot Serang telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait pengelolaan air bersih, di Banten Lama.

"Cuma kan, kalau pemerintah cukup APBD nya, kalau tidak mungkin nanti perumdam akan menggaet perusahaan swasta, tapi harganya tetap dikendalikan dengan pemerintah, jadi tidak memberatkan masyarakat," terangnya.

 

Nanang mengungkapkan, tiap tahun Perumdam telah berkontribusi terhadap PAD Kota Serang, walaupun tidak besar. Sebab, perusahaan air minum tersebut bukan hanya mencari keuntungan belaka, namun ke arah kehidupan sosial di masyarakat. “Alhamdulillah dari tahun ke tahun, Perumdam sudah ada kontribusi ke Pemkot Serang. Sekitar Rp350 juta per tahun,” katanya.

 

“Memang perumdam ini profit dan sosial oriented, jadi bukan hanya mengejar keuntungan semata. Yang penting harus dioptimalkan, khususkan di Kecamatan Kasemen,” tambah Nanang. (fdr/bie)