DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Jenazah Asal Cibeber Diangkut Mobil Pikap

post-img

JENAZAH DIPINDAHKAN:  Jenazah asal  Kujangjaya,  Kecamatan  Cibeber, yang  diangkut menggunakan pikap dipindahkan ke ambulans, Sabtu (17/9).(Dok Relawan Respect Peduli Lebak)

LEBAK – Jenazah asal Rabig, Desa Ku­jangjaya, Kecamatan Cibeber, di­angkut keluarga menggunakan mo­bil pikap di Jalan Simpang – Bayah, di Pasir Putih, Kecamatan Cihara me­nuju Cibeber. Video jenazah yang dia­ngkut menggunakan pikap viral di media sosial dan mendapatkan per­hatian netizen.

In­formasi yang dihimpun Radar Banten, video tersebut direkam re­lawan Respect Peduli Lebak pada 17 September 2022. Di atas mobil pi­kap, ada seorang wanita  me­ma­yungi jenazah suaminya bernama Ayi Hidayat. Relawan Respek Peduli Lebak kemudian memberhentikan mobil tersebut dan menawarkan di­ri membawa jenazah dengan mobil ambulans. Awalnya, tawaran ditolak ke­luarga almarhum Ayi Hidayat, ka­rena khawatir harus bayar. Tapi, se­telah dijelaskan ambulans tersebut gratis, maka keluarga mau diantar ke rumah duka dengan ambulans.

“Kemarin kita lihat ada warga yang lagi pegang payung di mobil pikap. Awalnya kita enggak curiga. Karena sudah biasa lihat itu, tapi ketika kita de­kati, kita lihat ibu itu lagi menangis sambil memayungi jenazah suami­nya,” kata Ketua Relawan Respect Peduli Lebak Delima Humairo ke­­­­pada Radar Banten, Minggu (18/9).

Menurutnya, jenazah pria yang  diang­kut menggunakan mobil  pikap ber­­asal dari Cibeber. Awalnya, ke­luarga membawa jenazah pria ter­sebut ke RSUD Malingping dengan mobil ter­­sebut, karena menderita pe­nyakit dia­­betes akut. Di perjalanan, warga Ra­­big meninggal dunia. Ka­rena itu, ke­­­luarga memutuskan untuk mem­ba­wa pulang almarhum ke rumah duka.

“Jadi, belum sampai ke rumah sa­kit sudah meninggal dunia. Akhir­nya, dibawa lagi keluarganya ke ru­mah duka dengan menggunakan mo­bil pikap,” jelasnya.

Untuk mencegah kejadian serupa,  Delima meminta masyarakat  untuk meng­gunakan mobil ambulans milik re­­lawan Respect  Peduli Lebak. 

Ja­di, silahkan kontak relawan di la­­pan­g­an, sehingga ke depan tidak ada lagi masyarakat yang meng­gu­nakan pikap untuk angkut jenazah.

“Ini harus menjadi pelajaran ber­sama. Jangan lagi ada kasus jenazah diangkut menggunakan pikap,” ha­rapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Ge­rin­dra DPRD Lebak Zaenal Faozi me­ngaku prihatin dengan kejadian ter­sebut. Harapannya, ke depan tidak ada lagi warga yang meninggal di­angkut mobil pikap.

“Kami tentu prihatin, karenanya ke de­pan pihak desa atau puskesmas bi­sa lebih peka terhadap warga di wi­­layahnya,” kata Zaenal Faozi.(mg-02/tur)