JENAZAH DIPINDAHKAN: Jenazah asal Kujangjaya, Kecamatan Cibeber, yang diangkut menggunakan pikap dipindahkan ke ambulans, Sabtu (17/9).(Dok Relawan Respect Peduli Lebak)
LEBAK – Jenazah asal Rabig, Desa Kujangjaya, Kecamatan Cibeber, diangkut keluarga menggunakan mobil pikap di Jalan Simpang – Bayah, di Pasir Putih, Kecamatan Cihara menuju Cibeber. Video jenazah yang diangkut menggunakan pikap viral di media sosial dan mendapatkan perhatian netizen.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, video tersebut direkam relawan Respect Peduli Lebak pada 17 September 2022. Di atas mobil pikap, ada seorang wanita memayungi jenazah suaminya bernama Ayi Hidayat. Relawan Respek Peduli Lebak kemudian memberhentikan mobil tersebut dan menawarkan diri membawa jenazah dengan mobil ambulans. Awalnya, tawaran ditolak keluarga almarhum Ayi Hidayat, karena khawatir harus bayar. Tapi, setelah dijelaskan ambulans tersebut gratis, maka keluarga mau diantar ke rumah duka dengan ambulans.
“Kemarin kita lihat ada warga yang lagi pegang payung di mobil pikap. Awalnya kita enggak curiga. Karena sudah biasa lihat itu, tapi ketika kita dekati, kita lihat ibu itu lagi menangis sambil memayungi jenazah suaminya,” kata Ketua Relawan Respect Peduli Lebak Delima Humairo kepada Radar Banten, Minggu (18/9).
Menurutnya, jenazah pria yang diangkut menggunakan mobil pikap berasal dari Cibeber. Awalnya, keluarga membawa jenazah pria tersebut ke RSUD Malingping dengan mobil tersebut, karena menderita penyakit diabetes akut. Di perjalanan, warga Rabig meninggal dunia. Karena itu, keluarga memutuskan untuk membawa pulang almarhum ke rumah duka.
“Jadi, belum sampai ke rumah sakit sudah meninggal dunia. Akhirnya, dibawa lagi keluarganya ke rumah duka dengan menggunakan mobil pikap,” jelasnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Delima meminta masyarakat untuk menggunakan mobil ambulans milik relawan Respect Peduli Lebak.
Jadi, silahkan kontak relawan di lapangan, sehingga ke depan tidak ada lagi masyarakat yang menggunakan pikap untuk angkut jenazah.
“Ini harus menjadi pelajaran bersama. Jangan lagi ada kasus jenazah diangkut menggunakan pikap,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lebak Zaenal Faozi mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Harapannya, ke depan tidak ada lagi warga yang meninggal diangkut mobil pikap.
“Kami tentu prihatin, karenanya ke depan pihak desa atau puskesmas bisa lebih peka terhadap warga di wilayahnya,” kata Zaenal Faozi.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
- TRAVELISTA
