DECEMBER 9, 2022
Proud

Paskas Banten Konsisten Salurkan Beras ke Pondok Pesantren

post-img

Pasukan Amal Sholeh (Paskas) Banten. Komunitas social ini konsisten mendistribusikan beras ke pondok pesantren (Ponpes) di Banten.

Sejak dibentuk pada 2018, Paskas Banten menyalurkan bantuan itu melalui Gerakan Infak Beras. Sampai saat ini, Paskas Banten sudah menyalurkan sebanyak 437 ton beras ke 145 Ponpes dengan jumlah penerima manfaat 390.777 santri.

Gerakan Infak Beras digagas oleh KH Luqmanul Hakim. Founder Gerakan Infak Beras ini menemukan banyak fakta cerita dari Ponpes, bahwa para santri makan dengan kondisi menu terbatas. Berasnya patah-patah, berkutu, dan kotor. Mereka makan ha­nya dengan kecap. Lauknya pun cuma dengan ikan asin. Bahkan, terkadang para santri makan satu kali dalam sehari. Sehingga, mereka kerap berpuasa.

Kondisi para santri di Ponpes dengan pimpinan yang tetap menjaga marwahnya, dengan tidak meminta-minta bantuan itu membuat KH Luqmanul Hakim tergugah dan tergerak. Gerakan Infak Beras pun diluncurkan. 

Penasihat Paskas Banten Agus Khairul mengatakan, Gerakan Infak Beras untuk memuliakan, melayani, dan membahagiakan para santri yatim, penghafal Quran, dan para fii sabilillah di Ponpes-ponpes.

“Kenapa kami berikan berupa beras, karena beras yang dimakan para santri akan menjadi darah daging mereka dan setiap kebaikan yang dilakukan akan mengalir juga pahala kebaikannya bagi yang ikut men-support gerakan ini,” katanya, Sabtu (17/9).

Dengan Gerakan Infak Beras ini, ungkap Agus, banyak cerita dari Ponpes. Seperti disampaikan oleh Ustaz Safari dari Ponpes Basyariah di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Katanya, bantuan beras itu membuat santri bisa fokus menghafal Alquran. 

“Alhamdulillah melalui bantuan beras yang dikirim oleh Paskas, yang sebelumnya beras harus dibeli, kini dana tersebut bisa untuk ditabung, untuk membebaskan lahan pondok sehingga bisa menerima santri lebih banyak lagi,” ucapnya. 

“Cerita lainnya banyak. Di antara pondok-pondok pesantren yang tadinya kesulitan merenovasi kamar mandi, kamar santri, kini bisa dialihkan dananya. Yang semula untuk kebutuhan beras, bisa untuk perbaikan infrastrukur seperti yang diungkapkan oleh H Ali Syamsudin, Pimpinan Ponpes Hidayatutha­libin, Kota Serang. Ponpes ini merupakan pondok pertama penerima manfaat Gerakan Infak Beras,” sambung Agus.

Sementara, Komandan Paskas Banten Rifky Herian­syah mengatakan, Gerakan Infak Beras dijalankan oleh Paskas. Paskas adalah sekelompok orang yang memiliki niat baik untuk bahu-membahu beramal saleh. Yaitu, dengan menjadi jembatan amal saleh dalam mengantarkan amanah terbaik untuk orang baik. 

“Paskas ini memiliki ciri khas yaitu selalu menggu­nakan pakaian serba hitam, menandakan bahwa kita semua makhluk pendosa, pernah berbuat salah namun siap bertaubat dan memperbaiki diri, maka siapa pun boleh menjadi Paskas dari berbagai macam latar belakang apa pun,” paparnya.

Saat ini, Paskas Banten memiliki 200 anggota. Tersebar di beberapa wilayah di Provinsi Banten. Yaitu, Paskas Serang Raya, Paskas Cilegon, Paskas Lebak, Paskas Pandeglang, dan Paskas Pontirta.

Paskas Banten dengan Gerakan Infak Beras mem­perkirakan, ada sekitar 4.500-an Ponpes di Banten, ratusan ribu santri yatim, dan penghafal Quran yang membutuhkan bantuan beras terbaik setiap bulan. Untuk membantunya, bisa menjadi anggota Paskas atau orang tua asuh dengan cukup menyum­bang Rp1.000 per hari atau Rp25.000 per bulan. 

Bantuan bisa disalurkan melalui rekening 7894499995 atas nama Gerakan Infak Beras Banten. Lalu, konfirmasi ke nomor 081213786768 atau 085960551609. Bisa juga dengan ke gudang berasnya di Jalan Raya Taktakan, Kampung Soyog, Kelurahan Taktakan, Kota Serang. (raj/don)