DECEMBER 9, 2022
Utama

Utuh dan Wangi Setelah Terkubur Puluhan Tahun

post-img

UTUH: Sejumlah jasad yang diangkat dari beberapa makam di pemakaman umum Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Minggu (18/9). (BAYU MULYANA/RADAR BANTEN)

CILEGON – Hal yang menggemparkan ter­­jadi usai pembongkaran Tempat Pema­kaman Umum di Lingkungan Cilodan, Kelu­rahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

Sebanyak 152 jasad yang terkubur puluhan tahun di pemakaman itu utuh. Bahkan ada beberapa yang tercium wangi.

Diketahui, sekitar 300 makam dibongkar karena terdampak proyek PT Pancapuri. Rencananya makam itu akan direlokasi ke pemakaman di Desa Grogol, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.

Video yang merekam proses pem­bong­karan itu menyebar di media sosial. Dalam video itu pun terekam sejumlah jasad yang masih utuh diangkat dari liang lahat.

Lurah Gunung Sugih, Rustam Effendi membenarkan adanya upaya pembong­karan pemakaman tersebut. Ia pun mem­be­narkan ihwal masih ada jasad yang utuh meski sudah dimakamkan selama puluhan tahun.

“Setiap hari ada aja yang utuh, bahkan hari terakhir itu dari 67 yang utuh ada 43 atau berapa gitu,” ujar Rustam, Minggu (18/9).

Ia bahkan mengatakan, ada satu jasad wanita berusia remaja di mana jasadnya masih utuh setelah terkubur 50 tahun lebih. “Ada anak perempuan udah diku­bur­kan 50 tahun belum kenapa-kenapa (masih utuh-Red), itu mah asli utuhnya,” imbuhnya. 

Secara ilmiah, kata Rustam, kondisi ja­sad yang dikuburkan berusia puluhan tahun harusnya sudah menjadi tanah. Namun, keajaiban terjadi sehingga jasad-jasad ini masih tampak utuh dan tercium wangi saat dibawa dari makam untuk direlokasi.

Secara historis, lanjut Rustam, wilayah Ci­lo­dan dulunya merupakan wilayah yang banyak dihuni oleh para santri. Di­te­gaskan, relokasi ini juga atas dasar per­se­tujuan keluarga atau ahli waris dari makam-makam di wilayah ini. 

“Info yang saya dapat dan setelah saya telusuri, jadi orang-orang daerah Cilodan da­hulunya daerah santri di situ. Jadi ke­hidupannya orang-orang yang taat ibadah semua,” terangnya. 

Proses pembongkaran makam itu sendiri di­lakukan setelah adanya persetujuan dari pihak keluarga yang terkait.

Sementara itu, pengurus relokasi makam, Mahrij mengatakan, relokasi ini dilakukan setelah ruislagh dengan ahli waris makam dan PT CAP 2. 

Terkait adanya jenazah masih utuh, me­nu­rutnya hal-hal seperti ini merupakan keajaiban yang bergantung pada keyakinan masing-masing orang.

Sebagai informasi, PT Chandra Asri te­lah mengganti dua kali lipat lahan pema­kaman di wilayah Desa Grogol, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang. 

Sementara dari data pengurus pemin­dahan makam, hari pertama relokasi ada 35 orang yang dialihkan, 12 orang jasadnya masih utuh. Kemudian hari kedua, dari 38 jasad yang dialihkan, 26 jasad utuh, lalu dari 45 yang dipindahkan 16 di antaranya masih utuh. Dari 62 makam, ada 27 masih utuh, lalu dari 53 makam, 24 masih utuh, dan hari terakhir ada 43 yang utuh dari 67 makam. (bam/air)