DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Kas Keliling BI Jangkau Kepulauan

post-img

SERANG – Keterbatasan akses layanan keuangan ma­sih menjadi tantangan utama masyarakat di pulau-pulau kecil di Provinsi Banten. Men­jawab kebutuhan itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Banten bersama Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten melak­sanakan program kas keliling di daerah kepulauan pada 17–18 Sep­tember 2025.

Program ini menyasar Pulau Tunda dan Pulau Panjang di Kabupaten Serang. Selama dua hari, masyarakat men­dapat layanan penukaran uang, edukasi keuangan, hingga sosialisasi transaksi digital.

Kepala Perwakilan BI Banten Ameriza M Moesa menegas­kan, kegiatan kas keliling merupakan implementasi kebijakan clear money policy untuk menjamin ketersediaan uang layak edar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kepulauan.

“Kami ingin memastikan masyarakat di pulau kecil juga bisa menikmati uang layak edar dalam jumlah cukup, pecahan sesuai, dan kondisi baik. Dengan begitu, aktivitas ekonomi sehari-hari lebih lancar,” jelas Ameriza, Rabu (17/9).

Selain uang tunai, BI juga memperkenalkan peng­gunaan QRIS untuk men­dorong transaksi digital. Melalui kerja sama dengan Bank BJB dan BNI, masyarakat dan pelaku UMKM di pulau dapat langsung mendaftar dan mulai menggunakan pembayaran nontunai.

Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Catur Yogia­ntoro mendukung penuh operasional kas keliling dengan menyiapkan armada pengawalan, di antaranya Kapal Angkatan Laut (Kal) Anyer. Enam personel juga dikerahkan untuk memastikan keamanan distribusi.

“Kehadiran kas keliling ini penting bagi masyarakat kepulauan. Kami pastikan distribusi berjalan aman dan lancar,” tegas Catur.

Bagi masyarakat, program ini menjadi kesempatan langka. Warga tidak hanya memperoleh uang pecahan baru, tetapi juga pengetahuan tentang pengelolaan keua­ngan. Edukasi publik meliputi program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, perlin­dungan konsumen, hingga manfaat pembayaran digital.

KPw BI Banten memastikan kegiatan serupa akan digelar rutin, minimal sekali setahun, bahkan bisa lebih sering jika diperlukan. Dengan demi­kian, akses layanan keuangan di kepulauan diharapkan tidak lagi menjadi hambatan dalam aktivitas ekonomi masyarakat. (mg01/bie)