DECEMBER 9, 2022
INFO BHAYANGKARA

Gandeng PMI, Gelar Aksi Donor Darah

post-img

DONOR DARAH: Sejumlah warga dan pegawai RSU Kota Tangsel mendonorkan darahnya dalam rangka HUT ke-16 RSU Kota Tangsel, Kamis (16/4) pekan lalu


Hari Ulang Tahun ke-16 RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel) digelar kegiatan donor darah, Kamis (16/4) pekan lalu.

Kegiatan ini meli­bat­kan pegawai internal dan masyarakat um­um, bekerja sama de­ngan Palang Merah Indonesia Kota Tangerang Selatan (PMI Tangsel).

Kepala Bidang Pelayanan Me­dis RSU Kota Tangerang Se­latan, drg Lana Marita, men­jelaskan bahwa ke­gia­t­an ini merupakan agen­da rutin tahunan yang ber­tujuan membantu ke­ter­sediaan stok darah bagi pasien.

“Donor darah ini memang rutin kami laksanakan se­tiap tahun. Kami berkola­borasi dengan PMI Kota Ta­ngsel, sehingga ketika ada pasien yang membu­tuh­kan kantong darah, kami bisa langsung ber­koor­dinasi dan kebutuhan ter­sebut dapat terpenuhi,” ujarnya.

Ia menyampaikan, hingga pelaksanaan berlangsung, ter­catat sebanyak 89 pe­ser­ta mendaftar. Namun, setelah melalui proses screening kesehatan, hanya 59 orang yang dinyatakan me­menuhi syarat untuk men­donorkan darahnya.

“Untuk saat ini yang ter­daf­tar ada 89 orang, dan yang lolos screening se­ba­nyak 59 kantong darah. Karena kegiatan masih ber­langsung sampai siang, ke­mungkinan masih ada pe­nambahan,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah par­tisipasi tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan ta­hun sebelumnya. Meski de­mikian, pihaknya berha­rap jumlah pendonor ke depan dapat terus me­ning­kat.

“Kalau dibandingkan ta­hun lalu, kurang lebih sa­ma. Harapannya tentu ke depan bisa lebih banyak la­gi,” tambahnya.

Terkait ketersediaan da­rah di RSU Kota Tangsel, La­na memastikan sejauh ini kebutuhan pasien masih dapat terpenuhi melalui koordinasi dengan PMI. Bah­kan jika terjadi keko­songan stok di tingkat kota, PMI akan membantu men­ca­rikan dari wilayah lain.

“Sejauh ini kebutuhan da­rah pasien masih terla­yani. Jika stok tidak tersedia di PMI Kota Tangsel, biasa­nya akan dikoor­di­nasikan de­ngan cabang wilayah lain,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bah­wa peserta donor tidak ha­nya berasal dari internal pe­gawai rumah sakit, tetapi juga masyarakat umum yang telah mendaftar sebe­lum­nya, baik secara lang­sung maupun melalui sis­tem online.

Sementara itu, bagi pe­serta yang tidak lolos scree­ning, umumnya disebab­kan oleh kondisi kesehatan se­perti tekanan darah yang tidak stabil atau kadar he­mog­lobin (HB) yang ren­dah.

“Biasanya yang tidak lolos itu karena tensi atau HB ren­dah. Jadi memang disa­rankan untuk cukup istira­hat sebelum donor agar kondisi tubuh stabil,” tu­turnya.

Di akhir, Lana mengajak masyarakat untuk ikut ber­partisipasi dalam kegiatan do­nor darah sebagai ben­tuk kepedulian sosial.

“Selagi kita mampu, mari kita bersama-sama men­donorkan darah. Ini bentuk kepedulian kita, karena pada akhirnya dari kita untuk kita juga,” pung­kasnya. (adv)