DECEMBER 9, 2022
Utama

Bukan Sekedar Corat-coret Tapi Tuangkan Karya

post-img

MURAL: Penasehat Forum Soekarnois Ade Sumardi (dua kiri) menonton festival mural kebangsaan di Sultan Centre, Kota Serang, Sabtu (18/6).  (SAPROL/RADAR BANTEN)


Festival Mural Kebangsaan Kota Serang

Rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Bulan Bung Karno tahun 2022, diakhiri dengan Festival Mural Kebangsaan di Kota Serang.


Puluhan seniman muda Kota Serang tampak antusias mengikuti festival mural, yang diselenggarakan Forum Soekarnois Banten, Kedai Pan­casila, Lumbung Kreatif, Kulturina, Youthlab, Banten Street Art (BSA), Banten Art Community (BAC) dan Sultan TV.

Menurut Penasehat Forum Soekar­nois, Ade Sumardi, festival mural bukanlah ajang vandalisme, melainkan salah satu cara anak muda berekspresi.

“Mural bukan sekedar corat-coret, tetapi cara menuangkan apa yang ada dipikiran dan hati seseorang. Itu juga menunjukan bagaimana mereka bicara dengan baik melalui karyanya. Ter­masuk mengingat sejarah lewat krea­tivitas mural,” kata Ade saat menghadiri Festival Mural Kebangsaan di Sultan Centre, Kota Serang, Sabtu (18/6).

Ade yang saat ini menjabat Wakil Bu­pati Lebak melanjutkan, festival mural menjadi wadah berekspresi bagi generasi muda, sehingga kegiatan tersebut harus menjadi agenda rutin setiap tahun, terutama dilaksanakan pada Bulan Juni yang merupakan Bulan Bung Karno

“Festival Mural ini merupakan salah satu upaya melestarikan nilai-nilai Pancasila dan perjuangan para pendiri bang­sa,sehingga diharapkan dapat me­nanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda,” bebernya.

Sementara itu, Founder Sultan TV, Aji Bahroji mengatakan, festival mural ke­bangsaan merupakan kesempatan bagi seniman muda di Kota Serang dalam merepresentasikan perjuangan para pendiri bangsa.

“Tujuannya agar dapat memberikan pe­mandangan yang berbeda sebagai bentuk ekspresi dari generasi muda, terhadap nilai-nilai Pancasila,” tuturnya.

Bahroji melanjutkan, selain menjadi wa­­dah berekspresi, kegiatan ini meru­pakan rangkaian acara Bulan Inspirasi Bung Karno yang digagas oleh Sultan TV bekerja sama dengan Forum Soe­karnois, Banten Street Art (BSA) dan Banten Art Community (BAC).

“Kami kebetulan penggemar seni, ma­kanya sangat mendukung kegiatan teman-teman muralis. Mereka butuh tempat berekspresi. Saya yakin dengan kegiatan ini, nilai Pancasila dapat lebih mudah diserap oleh generasi muda,” ujarnya.

Terkait sejarah seni mural, Bahroji menga­takan awal mula seni mural ada di Indonesia terjadi pada masa perang dunia kedua, di mana hampir seluruh ke­bebasan untuk mengutarakan penda­pat dikunci secara rapat oleh penjajah, masyarakat hanya boleh mendapatkan berita yang berisikan propaganda dan selalu menggambarkan sisi baik dari para penjajah.

“Kemudian pemuda Indonesia merasa kebebasan pendapatnya direbut secara paksa, membuat sebuah pemberontakan dengan metode mural yang memberikan semangat dan mengusir penjajah. Sejak saat itu mural dianggap sebagai salah satu cara untuk mengkritik pemerintah yang disalurkan melalui seni lukis pada dinding,” urainya.

 Senada, Indra Kesuma, Pembina dari Ban­ten Art Community mengaku, pihaknya sangat kagum terhadap sosok Bung Karno sebagai seorang proklamator dan pendiri bangsa, sehingga men­dukung kegiatan Festival Mural dalam rangka merayakan Bulan Bung Karno.

“Betapa gigihnya Bung Karno mem­per­juangkan simbol negara melalui se­ni rupa. Bung karno bahkan menjual mobilnya untuk membangun Patung Dirgantara. Ini menjadi motivasi luar biasa bagi para perupa dan seniman pada umumnya. Semangat tersebut bisa juga diaplikasikan melalui mural dan graffiti bertema sejarah perjuangan,” pungkasnya. (den/air)