DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Di Tangerang, Pengurus HPMI Banten Periode 2022-2027 Dilantik

post-img

TANGERANG SELATAN - Pengurus Him­punan Perawat Manajer Indone­sia (HPMI) Provinsi Banten masa bakti 2022-2027 resmi di lantik oleh DPP HPMI. Saat jelang pelantikan, HPMI Banten juga menggelar se­minar/webinar dengan yang mengu­sung tema Perawat Berdaya di Kancah Dunia di bilangan Alam Sutera, Sabtu (18/6).

Ketua DPP Himpunan Perawat Ma­najer Indonesia (HPMI) Dr. Pra­yetni mengatakan, bukti konkrit pada HPMI secara nasional testimoninya adalah kesuskesan peran perawat manajer di masa pandemi yang mam­pu mengelola Unit Totality Tur­bulence dalam mengelola dan menangani pasien Covid-19 dengan baik.

Menurutnya, Ikatan atau Himpunan Perawat Manajer yang beranggotakan perawat-perawat yang mendapat tugas mengelola pelayanan, juga se­bagai penentu keberhasilan pe­la­yanan. 

“Tentunya dipundak merekalah se­bagaimana sebenarnya pelayanan keperawatan di Fasyankes. Saya ber­harap HPMI Provinsi Banten bisa me­mimpin dan membuat program kerja sesuai kebutuhan pelayanan dan kebijakan wilayah, serta menun­juk­an bahwa perawat manajer adalah pe­mimpin yang mampu menggerakan pelayanan, sehingga kontribusinya terarah,” jelas Dr. Prayetni kepada war­tawan.

Dia mengungkapkan, Himpunan Pe­rawat Manajer Indonesia (HPMI) men­jadi badan kelengkapan Per­sa­tuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang bisa mengawal konten ma­najemen pelayanan perawatan ke­sehatan.

“Kami sedang mengawal terbitnya ke­putusan Kemenkes RI tentang pe­layanan keperawatan dan mana­jemen. Nah, kalau itu mampu dikawal oleh HPMI, maka di rumah sakit pe­­rawat manajer memiliki arah dan re­gulasi dalam melaksanakan peran­nya di rumah sakit dan puskesmas,” ujarnya.

Dr. Prayetni juga menjelaskan, se­lama ini dipertemuan tingkat global G 20 yang mengemuka sangat jarang mem­bahas isu kesehatan. Tetapi, ka­rena masa pandemi sebagai pe­luang bagi tenaga kesehatan, maka isu kesehatan diangkat dipertemuan G20 yakni One Health, yang me­ru­pakan suatu wilayah sehat. Karena ma­salah kesehatan bukan hanya pada manusia tetapi juga pada ke­se­hatan binatang, tumbuh-tumbuhan yang dikelola terintegrasi menjadi satu model, misalkan dengan mewa­bah­­nya penyakit mulut dan kuku pada hewan. Itu artinya, ada hu­bungan­nya dengan manusia dan ling­kungan.  

Jadi, lanjut Dr. Prayetni, tidak bisa kesehatan pada manusia itu sendiri, pasalnya menjadi satu kesatuan yang di­sebut One Health harus diimple­men­tasikan ditingkat daerah. Terbukti bahwa masalah kesehatan berdampak di semua aspek seperti aspek eko­no­mi, kehidupan, transportasi dan se­bagainya.

“Saya berharap HPMI di seluruh In­donesia menyadari dengan tujuan NKRI sehingga dapat berkontribusi di pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Sementara, Ketua HPMI Provinsi Ban­ten Periode 2022-2027 Siti Koma­riah, SKep. MARS mengutara­kan, di­rinya akan menjadikan HPMI se­bagai organisasi yang mendapat pe­ngakuan dari pemerintah daerah dan masyarakat. Pada dasarnya or­ga­nisasi profesi manajer kesehatan adalah untuk berkontribusi dalam men­sukseskan program pemerintah daerah dibidang kesehatan.

“Kami menginginkan HPMI Provinsi Banten bisa bersinergi dengan peme­rin­tah daerah, terkait program ke­se­hatan baik di pelayanan primer maupun rujukan,” ucapnya.

Dia menambahkan, dengan ke­pe­ngurusan yang baru ini, langkah awal adalah menyusun program kerja dan bisa bersinergi dengan pro­gram yang ada di pelayanan pri­mer dan rujukan. 

Selain itu, kegiatan yang paling aktif dan produktif yakni pembinaan dan pelatihan peningkatan kompe­tensi perawat manajer dan pendidikan keprofesian berkelanjutan.

“HPMI Provinsi Banten akan mengi­kut sertakan dalam pelatihan di­bi­dang keorganisasian atau keilmuan se­bagai perawat manajer baik tingkat daerah maupun nasional,” tutupnya. (Mul/don)


Mulyadi/RADAR BANTEN

SEMINAR: Narasumber yang dihadirkan HPMI Provinsi Banten dalam seminar/webinar bertema Perawat Berdaya di Kancah Dunia di RS EMC Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (18/6).