DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Pemdes Tegalmaja Bangun Kebun Edukasi di Laha Indah Kiat

post-img

KRAGILAN - Pemerintah Desa Tegal­maja, Kecamatan Kragilan membangun kebun edukasi di halaman kantor desa. Kebun ini berfungsi sebagai ketahanan pangan dan pusat edukasi bagi ma­syarakat.

Kebun edukasi itu memanfaatkan lahan seluas 1.000 meter persegi milik PT Indah Kiat Pulp & Paper yahg tak terpakai. Sebagian besar ditumbuhi rumput ilalang, tampak seperti tak terurus dan kumuh.

Namun oleh Kades M Ikhsan, lahan ini disulap menjadi kebun ketahanan pangan dan edukasi agrowisata untuk pelajar dan siswa PAUD. Di kebun ini, terdapat berbagai macam tanaman sayuran dan buah seperti sawi, terong, cabai, tomat dan pakcoy. Sedangkan buahnya ialah melon yang tak lama lagi bakal panen.

Untuk sayuran, lanjut Ikhsan, digarap oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dan untuk buah melon, digarap oleh Ketua Gabungan Kelompok Tani (Ga­poktan) H Tabrani.

Selain sayuran dan buah, Ikhsan berencana membuat kolam lele dan peternakan kambing. Namun hal itu masih pada tahap perencanaan.

Modal awal penggarapan kebun ini memanfaatkan anggaran dana desa senilai 20 persen pada slot anggaran ketahanan pangan. Bibit dibeli dari marketplace .

Ketika panen raya yang diperkirakan bakal dimulai awal Juli 2022 nanti, Ikhsan rencananya bakal membuka dan meresmikan kebun ini bersama Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Ikhsan bakal menyebar undangan kepada sekolah PAUD TK dan SD untuk berwisata ke kebun edukasi, dengan memasang tarif Rp10 ribu per siswa.

 “Para siswa akan kami latih bagai­mana berkebun, selain itu hasil panen­nya boleh dibawa untuk oleh-oleh siswa,” kata Ikhsan kepada Radar Banten, Minggu (18/6).

Ikhsan menilai, program ketahanan pangan bukan hanya mengajarkan masyarakat untuk bercocok tanam, tapi juga membangun mindset kepada anak-anak bahwa bertani itu meru­pakan kegiatan yang asyik dan me­nguntungkan.

Ketua Gapoktan Tegalmaja Tabrani menambahkan, masyarakat sangat antusias menjalankan program kebun edukasi ini. Apalagi, nanti bakal diba­ngun kafe yang bisa jadi momentum bergeraknya roda perekonomian.“Nanti kantor desa jadi ramai, banyak orang yang rekreasi,” pungkasnya. (drp/bie)