DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Santri Dipacu Kuasasi Ekonomi Digital

post-img

TASIKMALAYA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) mendorong para santri untuk menguasai ekonomi dan teknologi digital melalui program Santri Digitalpreneur. 

Santri Digitalpreneur Indonesia meru­pakan program untuk mencetak generasi santri digital yang dapat memproduksi konten-konten digital yang kreatif dan inovatif serta memiliki akhlakul karimah. Santri Digitalpreneur Indonesia menjadi wadah bagi santri untuk meningkatkan kapasitas dan skill melalui pelatihan-pelatihan yang terukur dan tepat sasaran

Para peserta Santri Digitalpreneur Indonesia akan menerima pelatihan materi dasar, berdiskusi, serta serangkaian praktek yang akan membuat para santri memahami materi secara komprehensif. Materi pelatihan diberikan oleh para profesional yang berkompeten di bidang kreatif dan digital, serta animasi.

Kata Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, Santri Digitalpreneur yang dihadirkan Kemenparekraf/Baparekraf dapat memperkuat kehadiran talenta-talenta baru ekonomi digital, khususnya dari kalangan santri guna mendukung kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja. 

“Santri-santri ini akan menjadi pemimpin baik dunia usaha dan sektor pentahelix lainnya,” kata Sandiaga pada program Santri Digitalpreneur Indonesia di Pondok Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (18/6), yang dikutip dari siaran pers. 

Pada program yang bekerjasama dengan sejumlah pihak, seperti Yayasan Dewa Dewi Indonesia, Pesantren Darunnajah, dan Arus Informasi Santri Nusantara ini, Sandiaga mengatakan, program itu untuk membentuk tatanan ekonomi baru pascapandemi Covid-19 di mana santri menjadi salah satu elemen penting dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di masa mendatang. 

Sandiaga mengungkapkan program ini diharapkan bisa menjadi jalan untuk membentuk talenta-talenta baru di sektor ekonomi kreatif. Khususnya dari kalangan santri.

“Kita harapkan ini menjadi penyemangat untuk segera bangkit dari sisi ekonomi, membuka peluang usaha, dan lapangan kerja karena ada sekitar 4,5 juta santri dan 28 ribu pesantren. Jadi kita akan terus roadshow ke beberapa daerah dalam periode ini yang kita mulai hari ini di Tasikmalaya, dan kita harapkan ini akan menjadi langkah untuk menyiapkan talenta-talenta baru ekonomi digital,” katanya.

Sandiaga menilai seorang santri harus menjadi generasi yang inovatif, adaptif dan kolaboratif dalam menghadapi perekonomian pascapandemi COVID-19.

“Santri harus masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital dan mengedepankan produk-produk kreatif. Santri harus kekinian dan banyak nanti konten-konten yang diberikan dalam konteks digital,” ungkap Sandiaga.

Selain itu, pemasaran produk-produk karya para santri ini nantinya bisa dipasarkan melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. “Santri ini akan menjadi bagian dari 30 juta UMKM yang akan menjadi bagian ekosistem ekonomi digital sehingga promosi baik dari segi pembenahan kemasan, pembenahan promosinya itu akan kita fasilitasi,” ungkapnya.

Pada kegiatan ini, Sandiaga sempat membeli sejumlah produk karya santri Pondok Pesantren Idrisiyyah. Kegiatan dihadiri Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam; Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis, Brigjen TNI Ario Prawiseso; Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi dan Radio Kemenparekraf/Baparekraf, Syaifullah; Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, Heidy M. Hidayat, Ketua Umum dan Hj. Siti Mamduhah Ma’ruf Amin, Ketua Dewan Pembina Yayasan Dewa-Dewi Indonesia. (bie)