DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

User BNI Mobile Banking Tumbuh Signifikan

post-img

JAKARTA - Layanan digital BNI Mobile Banking terus tumbuh dan menjadi unggulan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk da­lam melayani nasabah. Kebutuhan masya­rakat terhadap transaksi digital semakin me­ning­kat seiring dengan kemudahan layanan yang ditawarkan oleh perbankan.

Wadirut BNI Adi Sulistyowati memaparkan, jumlah user mobile banking per Mei 2022 telah mencapai 11,8 juta atau naik 32 persen secara tahunan. Jumlah transaksi BNI Mobile Banking pun masih tumbuh secara agresif dengan pertumbuhan pada Mei 2022 mencapai 33 persen secara tahunan dengan nominal transaksi naik 23 persen secara tahunan.

“Tentunya raihan ini merupakan cerminan dari upaya kami yang senantiasa melakukan penyempurnaan dan meningkatkan nilai tambah atas layanan yang diberikan melalui BNI Mobile Banking,” katanya dalam ketera­ngan­nya, Minggu (19/6), dikutip dari JawaPos.com.

Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi me­lan­jutkan, nilai tambah tersebut berupa pengem­bangan yang berkelanjutan. Perseroan menghadirkan berbagai fitur inovatif ber­dasarkan kebutuhan user, serta pengembangan teknologi baik untuk kebutuhan nasabah ritel maupun bisnis.

BNI juga mendorong pertumbuhan akuisisi user dan aktivasi transaksi melalui berbagai program dan promosi baik dari sisi BNI maupun kerjasama dengan mitra yang turut berperan menghadirkan fitur transaksional di BNI mobile banking seperti e-wallet, provider telekomunikasi, switching company, dan lain-lain. 

“Tentunya semua ini dilakukan dengan ha­rapan untuk menjaga sekaligus mening­katkan daya tarik dan kepuasan nasabah se­hingga meningkatkan penggunaan BNI Mobile Banking,” sebutnya.

Corporate Secretary BNI Mucharom me­nyampaikan, BNI Mobile Banking merupakan Product Champion milik BNI yang menjadi sumber pendapatan dan pencetak laba.

BNI berhasil membuat lom­patan pemulihan kinerja positif pada ta­hun buku 2021. Kinerja BNI sepanjang 2021 menghasilkan Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) yang tumbuh kuat 14,8% yoy sehingga men­capai Rp 31,06 triliun dengan laba bersih Rp 10,89 triliun. (jpc/bie)