Bagi Ratih (32) nama samaran, yang bersuamikan dengan Ubed (35) bukan nama sebenarnya dan memiliki dua anak, tantangan terberat menjalani bahtera rumah tangga bukan lagi persoalan ekonomi, tapi godaan berondong-berondong cakep yang sering menerornya di WhatsApp atau di tempat bekerja. Astaga.
Ditemui Radar Banten di salah satu konter ponsel di Kota Cilegon, Senin (18/7) malam, Ratih baru saja mengisi kuota ponselnya. Sambil diajak mengobrol, ia tak sungkan menceritakan keluhannya soal banyaknya godaan dalam berumah tangga. Penasaran kan dengan kisahnya? Yuk simak cerita di bawah ini.
Katanya sih, Ratih sebenarnya tak pernah menolak siapapun orang yang ingin kenal dengannya, termasuk para berondong yang kebetulan sangat banyak ia temui di tempat kerja. Ratih seorang karyawan toko ponsel di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Cilegon.
“Saya mah kan mikirnya, makin banyak temen, makin banyak rezeki, tambah saudara juga,” ujarnya sok polos.
Tapi ternyata eh ternyata, sikap ramah Ratih ini malah menjadi boomerang. Hampir setiap hari ia selalu didatangi lelaki berondong di tempat kerja, ada yang iseng-iseng nanya kabar, mengajak ngobrol ngalor-ngidul, bahkan ada yang sok ganteng dan mengajak jalan saat malam minggu.
Bukan cuma itu, yang membuat Ratih semakin tersika, saat para berondong itu menggodanya melalui pesan WhatsApp. Bukan karena tak tahan dengan rayuan gombal ala anak-anak remaja zaman now, tapi yang Ratih takutkan ialah kalau suaminya tahu. Meski Ratih tak meladeni, tapi ia tak bisa membayangkan bagaimana kalau suaminya marah.
“Suka was-was kalau hape ada di deket suami tuh,” akunya.
Maklumlah, Ratih ini memang punya bodi yang menggoda. Saat bertemu dengan wartawan, meski hanya memakai daster saja, tapi lekuk tubuhnya membuat mata sulit berkedip. Belum lagi parasnya juga lumayan cantik, dengan rambut lurus dibonding yang sedikit basah, wajar saja jika Ratih banyak disukai berondong.
Sedangkan Ubed suaminya, kata Ratih sih tidak terlalu tampan, parasnya biasa saja. Tapi Ubed memang punya kharisma yang luar biasa. Pekerjaannya juga cukup lumayan, yakni sebagai kepala keamanan di sebuah perusahaan di Cilegon. Meski usianya cukup muda, tapi sudah punya pengalaman mumpuni.
Yang lebih membuat Ratih cinta ialah, suaminya tak pernah pelit memberi nafkah. Bukan hanya untuk makan sehari-hari dan jajan anak, tapi juga jatah istri merawat diri. Apapun yang Ratih minta, pasti dibelikan.
“Saya minta beli mekup yang paling mahal juga di amah ngasih aja, ada aja uangnya kalau buat saya,” tuturnya.
Maka dari itu, meski banyak digoda berondong-berondong cakep Ratih tidak tergoda, ia masih bisa menjaga kepercayaan dan kesetiaan pada suami tercinta. Soalnya, bagi Ratih, jika dengan berondong hanya merasakan kebahagiaan sesaat, tapi belum tentu bisa memberikan apa yang ia mau.
“Penginnya macarin doang, udah dapet mah nanti juga ditinggal pergi,” tukasnya.
Tapi jika dengan suami, kata Ratih, apapun dikasih, tak cuma kasih sayang, tapi juga materi dan kebahagiaan. Subhanallah, semoga langgeng ya Teh. (drp/alt)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
