DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Dua Komoditi Pertanian Minim

post-img

SERANG - Produksi dua komoditi pertanian di Kabupaten Serang yakni bawang merah dan cabai merah masih minim. Sehingga masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, ke­butuhan bawang merah dan cabai di Kabupaten Serang minimal mem­produksi dengan luas lahan sekira 500 hektare. Sementara, luas tanamnya saat ini masih jauh di bawah kebutuhan.

"Petani bawang dan cabai ini masih belum banyak di Kabupaten Serang, proses tanamnya bergantian dengan padi, jadi dua Komoditi ini masih mengandalkan dari luar daerah," kata Zaldi kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Senin (15/8).

Selain itu, kata Zaldi, jika dibandingkan dengan padi, proses produksi bawang merah jauh lebih kompleks, terutama soal banyaknya penyakit yang me­nyerang tanaman. "Kalau padi kan petani sudah tahu obatnya, kalau bawang masih belum paham betul penanganannya," pa­parnya.

Kendati demikian, saat ini petani bawang dan cabai sudah mulai banyak tersebar di berbagai kecamatan seperti Kecamatan Padarincang dan Keca­matan Pabuaran. "Sudah banyak petani yang menanam bawang, hanya terken­dala di bibit bawangnya," ujarnya.

Karena itu, pihaknya masih me­ngandal­kan pasokan cabai merah dan bawah merah dari luar daerah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. “Untuk bawang kita mengandalkan kiriman dari Brebes, sedangkan cabai merah mengandalkan kiriman dari Garut, Krawang, Sukabumi dan Jember,” ucapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan Kabupaten Serang Oyat menambahkan, di Kabupaten Serang belum ada penangkar bawang merah. Para petani masih mengandalkan bibit dari Brebes. "Dalam melaksakannya masih giliran dengan komoditi padi begitupun cabe hampir sama dengan bawang merah cuma bibit berbentuk kemasan," tambahnya.

Ia mengatakan, produksi bawang merah sejak Januari hingga Juni 2022 mencapai 581 ton tersebar di Kecamatan Kramatwatu dan Baros. Sedangkan cabai merah sebanyak 713 ton tersebar di 12 Kecamatan.

Ia berharap, tahun 2022 ini petani bawang merah bisa melaksanakan perbenihan sendiri untuk dikembang­kan ke kelompok lain di Kramatwatu, maupun kecamatan lainnya di Kabupaten Serang. (drp/jek)