Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menilai peluang partai-partai baru untuk lolos ke Senayan sangat berat. Jika pun berhasil menjadi peserta Pemilu 2024, partai baru diprediksi akan sulit bersaing.
Hal itu disampaikan Pendiri SMRC Syaiful Mujani pada program Bedah Politik Peluang Partai-partai Baru yang ditayangkan di kanal YouTube SMRC TV.
“Dilihat dari tren, secara keseluruhan partai baru untuk lolos ke parlemen cukup berat pada Pemilu 2024. Bukan berarti peluangnya tidak ada, tapi partai baru perlu kerja ekstra luar biasa dibanding Pemilu sebelum-sebelumnya,” kata Saifull dalam rilis resmi SMRC yang diterima Radar Banten, Jumat (19/8).
Menurut Saiful, sedikitnya ada tiga prasyarat bagi partai baru untuk mendapatkan dukungan signifikan dari publik agar bisa memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4 persen, yaitu momentum, basis sosial dan tokoh.
“Persoalannya dari sejumlah partai baru yang berkas pendaftarannya dinyatakan lengkap oleh KPU, semuanya cenderung tidak memenuhi tiga prasyarat itu. Tidak ada momentum, basis sosial cenderung stagnan, dan tidak muncul tokoh baru,” bebernya.
Oleh karena itu, Saiful mengingatkan agar partai baru dapat bersaing dengan partai lama yang memiliki kursi di parlemen, segera memenuhi ketiga prasyarat yang ia sebutkan.
Ia memaparkan, salah satu alasan agar suatu partai baru mendapatkan dukungan publik adalah adanya momentum. Menurut Saiful, momentum tidak bisa diciptakan. Dia muncul tiba-tiba dalam sejarah. Pada 1999, misalnya, ada momentum krisis ekonomi dan keruntuhan Orde Baru. Ini momentum politik besar yang tidak bisa diulang dan direkayasa begitu saja.
Tahun 1999 adalah momentum bagi PDI Perjuangan, karena keruntuhan Orde Baru identik dengan represi pada PDI pada periode lalu. Sehingga PDIP mendapatkan suara yang sangat siginifikan (34 persen) dalam sejarah politik Indonesia pada 1999 karena ada momentum.
“Partai politik muncul karena ada momentum. Dan momentum ini tidak bisa direkayasa,” urainya.
Terkait basis sosiologis, Saiful menjelaskan, ada 40 partai yang mendaftar ke Pemilu. Jumlah itu tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan Pemilu 1999 saat yang lolos verifikasi KPU dan secara resmi ikut Pemilu ada 48 partai. Dari 48 partai itu, yang mendapatkan suara signifikan, hanya 5 partai politik.
Dari semua partai tersebut, menurut Saiful, umumnya mereka memiliki basis yang sama. Basis sosial dari partai politik yang juga biasa disebut sebagai partai massa antara lain adalah basis sosial keagamaan, misalnya Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, atau gereja. Partai yang didirikan dengan basis sosial organisasi keagamaan biasa disebut sebagai partai sosiologis.
Masih dikatakan Saiful, aspek ketiga yang juga penting bagi partai baru terkait tokoh. Menurutnya, contoh yang paling baik bagaimana tokoh memiliki peran penting dalam pembentukan partai baru adalah kelahiran Partai Demokrat.
“Partai Demokrat saat awal pendiriannya tidak memiliki basis pada Ormas. Namun berhasil mendapat dukungan publik karena tokoh pendirinya (SBY),” bebernya.
Dari 24 parpol yang berkas pendaftarannya lengkap, didominasi oleh partai baru. Adapun yang menarik perhatian publik tentu saja Partai Gelora, Partai Buruh dan Partai Ummat.
Menurut Saiful, Partai Gelora yang didirikan oleh tokoh-tokoh eks Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta dan Fahri Hamzah menarik untuk dianalisa. Selama ini, PKS adalah partai yang dinilai cukup terlembagakan atau partai yang mencerminkan kolektifitas, dan tidak memiliki tokoh yang sangat menonjol. PKS lebih merupakan sebuah organisasi yang bagus.
Jika hal itu benar, kata Saiful, maka Anis Matta dan kawan-kawannya mendirikan partai sendiri adalah tindakan yang cukup berani mengambil risiko politik. Harapan mereka adalah akan mengambil suara pecahan PKS.
“Kalau tesis bahwa PKS adalah partai yang sudah terorganisasi dan terlembagakan, tidak terikat dengan satu tokoh tertentu, maka keluarnya Anis Matta dan kawan-kawan tidak akan memiliki pengaruh pada PKS,” jelas Saiful.
Terkait dengan partai Buruh, Saiful juga menilai bahwa di Indonesia basis sosial keagamaan jauh lebih kuat dari basis sosial sekuler. Basis sosial sekuler antara lain, kata dia, adalah organisasi buruh, nelayan, tani, dan lain-lain. Organisasi berbasis sosial sekuler ini, menurut Saiful, sangat besar tapi mengapa partai Buruh, Partai Tani, Partai Nelayan yang sebelumnya dibuat tidak pernah mendapat suara signifikan.
“Di Indonesia, ada yang namanya Partai Buruh, tapi Golkar juga mengklaim yang memperjuangkan aspirasi buruh. Demikian juga PDIP. Karena itu, yang keluar bukan ideologi partainya karena semua mengaku memperjuangkan hal yang sama,” tambahnya.
Diakhir paparannya, Saiful menyampaikan bahwa dari Pemilu 1999 sampai Pemilu 2019, jumlah partai cenderung semakin sedikit. Pada Pemilu 1999, ada 48 partai yang ikut dalam kontestasi namun hanya lima partai mendapat suara di atas 4 persen di DPR, kemudian Pemilu 2004 hanya tujuh partai yang lolos ke Senayan.
Selanjutnya Pemilu 2009 hanya 8 partai. Terus meningkat pada Pemilu 2014 menjadi 10 partai di Senayan. Namun pada Pemilu 2019 menurun karena hanya ada 9 partai.
“Ini menunjukkan bahwa jumlah partai yang ikut Pemilu semakin sedikit, tapi intensitas atau kualitas partai yang sedikit ini untuk menyerap suara semakin baik,” pungkasnya.
Menyikapi prediksi SMRC, Ketua Partai Buruh Provinsi Banten Tukimin mengatakan, pihaknya optimistis bisa melampaui ambang batas parlemen pada Pemilu 2024, sehingga Partai Buruh bisa lolos ke Senayan.
“Kami optimis bisa di atas 4 persen perolehan suara nasional. Untuk di Banten kami menargetkan sebanyak 2 kursi DPR RI dari dapil Banten dan 3 kursi Untuk DPRD Banten,” katanya.
Tukimin menambahkan, pihaknya menghormati prediksi SMRC, dan menjadi bahan motivasi bagi Partai Buruh untukmembuktikan diri.
“Namanya juga prediksi, hasilnya bisa benar bisa juga salah. Kami partai buruh khususnya di Banten selaku partai baru ingin menjadikan demokrasi di negeri ini berkembang, masyarakat diberikan banyak pilihan, walaupun kami sadar bahwa partai politik lama yang masih berpotensi untuk meraup suara lebih besar dari partai politik baru,” pungkasnya. (den/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
