DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Akses Jalan Utama Desa Tanjung Burung Masih Terputus

post-img

JEBOL: Tanggul yang yang jebol di Jalan Raya Tanjung Burung belum diperbaiki, mesti sudah dua kali longsor. Foto diambil Senin (19/9).(Mulyadi/radar banten)

Ada Kenaikan Harga, Kontraktor Pemenang Nyerah

TELUKNAGA--Jalan utama Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, tepatnya persis dekat Sungai Cisadane saat ini kondisinya memprihatinkan. Jalan tersebut sudah dua kali mengalami kelongsoran dan memutus akses jalan.

Longsor tersebut diakibatkan oleh debit air Sungai Cisadane yang tinggi. Sehingga badan jalan tergerus. Jalan tidak sanggup menahan beban debit air tersebut.

PPK Balai Besar Wilayah Ciliwung Ci­sa­dane (BBWSCC) Fajar Khaidir kepada Radar Banten mengatakan, pihaknya su­dah melakukan lelang pada Juli 2022 lalu terkait perbaikan jalan yang ada di Desa Tanjung Burung tersebut dengan nilai Rp6,9 Miliar.

“Karena pihak kontraktor pemenang tidak sanggup kerja, dikarenakan terjadi ke­naikan harga, maka perbaikan tersebut hingga kini belum bisa dikerjakan,” katanya, Senin (19/9).

Fajar juga mengungkapkan, saat ini pi­hak­nya tengah berkoordinasi dengan Pokja untuk mekanisme selanjutkan yang sesuai dengan aturannya seperti apa.

“Saat ini kami juga tengah koordinasi de­ngan pihak Pokja yang menangani pro­ses lelang, langkah apa yang akan diam­bil nanti kami koordinasikan dulu,” ujarnya.

Terkait pemenang lelang, Fajar menegas­kan bahwa pemenang lelang yaitu CV Rivandika telah dikenakan pemutusan kon­trak. “Akan kami lakukan kepada per­­usahaan tersebut untuk segera dilaku­kan black list,” kata Fajar.

“Namun demikian, untuk mengejar waktu pelaksanaan perbaikan, nanti pihak pe­menang kedua dan ketiga akan ditawar­kan melalui pemilihan langsung untuk bisa mengerjakan kegiatan tersebut,” ucap­nya.

Sementara, Kepala Desa Tanjung Burung, Ke­camatan Teluknaga Idris Efendi, atas nama warga berharap jalan tanggul ter­sebut segera diperbaiki. Karena takut nan­tinya akan kembali amblas.

“Kepada pihak terkait, coba segera jalan ter­sebut diperbaiki, apalagi desa kami saat ini juga baru saja mengalami ke­ban­jiran. Takutnya debit air sungai Ci­sa­dane tinggi lagi, dampaknya akan kem­bali amblas jalan tersebut,” tukasnya.

Se­nada, Salah satu warga tokoh Keca­ma­tan Teluknaga Budi Usman menegaskan, sudah dua kali jalan tersebut longsor. Di­mana sebelumnya Pemerintah Ka­bu­paten Tangerang pernah membuat jalan sementara yang menghabiskan anggaran Rp600 juta dari APBD 2021. Karena sifatnya darurat, pusat baru bisa menganggarkan pada tahun ini.

“Nah perbaikan jalan raya Tanjung Bu­rung bisa dilakukan jika Sheet Pile sudah dibangun. Tiang pancang beton harus dipa­sang di sisi jalan pinggir sungai Cisa­dane, agar kuat hantaman air. Sebab posi­si­nya berada persis di tikungan sungai,” jelas Budi.

Sekadar info, sheet pile wall adalah inovasi dalam konstruksi penahan tanah. Seperti namanya, sheet pile bertujuan untuk menahan tanah agar tidak longsor akibat tekanan horizontal. Sheet Pile juga berguna untuk memaksimalkan penggunaan lahan. (mul/asp)