JEBOL: Tanggul yang yang jebol di Jalan Raya Tanjung Burung belum diperbaiki, mesti sudah dua kali longsor. Foto diambil Senin (19/9).(Mulyadi/radar banten)
Ada Kenaikan Harga, Kontraktor Pemenang Nyerah
TELUKNAGA--Jalan utama Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, tepatnya persis dekat Sungai Cisadane saat ini kondisinya memprihatinkan. Jalan tersebut sudah dua kali mengalami kelongsoran dan memutus akses jalan.
Longsor tersebut diakibatkan oleh debit air Sungai Cisadane yang tinggi. Sehingga badan jalan tergerus. Jalan tidak sanggup menahan beban debit air tersebut.
PPK Balai Besar Wilayah Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Fajar Khaidir kepada Radar Banten mengatakan, pihaknya sudah melakukan lelang pada Juli 2022 lalu terkait perbaikan jalan yang ada di Desa Tanjung Burung tersebut dengan nilai Rp6,9 Miliar.
“Karena pihak kontraktor pemenang tidak sanggup kerja, dikarenakan terjadi kenaikan harga, maka perbaikan tersebut hingga kini belum bisa dikerjakan,” katanya, Senin (19/9).
Fajar juga mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pokja untuk mekanisme selanjutkan yang sesuai dengan aturannya seperti apa.
“Saat ini kami juga tengah koordinasi dengan pihak Pokja yang menangani proses lelang, langkah apa yang akan diambil nanti kami koordinasikan dulu,” ujarnya.
Terkait pemenang lelang, Fajar menegaskan bahwa pemenang lelang yaitu CV Rivandika telah dikenakan pemutusan kontrak. “Akan kami lakukan kepada perusahaan tersebut untuk segera dilakukan black list,” kata Fajar.
“Namun demikian, untuk mengejar waktu pelaksanaan perbaikan, nanti pihak pemenang kedua dan ketiga akan ditawarkan melalui pemilihan langsung untuk bisa mengerjakan kegiatan tersebut,” ucapnya.
Sementara, Kepala Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga Idris Efendi, atas nama warga berharap jalan tanggul tersebut segera diperbaiki. Karena takut nantinya akan kembali amblas.
“Kepada pihak terkait, coba segera jalan tersebut diperbaiki, apalagi desa kami saat ini juga baru saja mengalami kebanjiran. Takutnya debit air sungai Cisadane tinggi lagi, dampaknya akan kembali amblas jalan tersebut,” tukasnya.
Senada, Salah satu warga tokoh Kecamatan Teluknaga Budi Usman menegaskan, sudah dua kali jalan tersebut longsor. Dimana sebelumnya Pemerintah Kabupaten Tangerang pernah membuat jalan sementara yang menghabiskan anggaran Rp600 juta dari APBD 2021. Karena sifatnya darurat, pusat baru bisa menganggarkan pada tahun ini.
“Nah perbaikan jalan raya Tanjung Burung bisa dilakukan jika Sheet Pile sudah dibangun. Tiang pancang beton harus dipasang di sisi jalan pinggir sungai Cisadane, agar kuat hantaman air. Sebab posisinya berada persis di tikungan sungai,” jelas Budi.
Sekadar info, sheet pile wall adalah inovasi dalam konstruksi penahan tanah. Seperti namanya, sheet pile bertujuan untuk menahan tanah agar tidak longsor akibat tekanan horizontal. Sheet Pile juga berguna untuk memaksimalkan penggunaan lahan. (mul/asp)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
