DECEMBER 9, 2022
Love Story - Inspirasi

Biasa Dikasih Enak, Giliran Susah Jadi Galak

post-img


Membangun rumah tangga memang bukan perkara mudah, hal itu sangat diamini betul oleh Iweng (28) nama samaran, yang akhir-akhir sering perang dengan istrinya, kita panggil saja Uni (26).

 Iweng ialah pedagang sembako di Pasar Kramatwatu, meneruskan usaha orangtua, tokonya dulu sempat jaya sampai orangtuanya bisa naik haji, membangun rumah, dan menyekolahkan anak-anaknya.

 Toko ini sangat bersejarah bagi keluarga besar Iweng, termasuk biaya nikah Iweng dan Uni pun, dananya dari hasil keuntungan usaha di toko ini.

 "Setelah bapak meninggal, diwariskanlah toko ini buat saya," kata Iweng saat memulai obrolan dengan Radar Banten di salah satu perumahan di Kramatwatu, Senin (19/9).

 Iweng mengaku, di awal rumah tangga pada 2019 lalu, kehidupannya masih serba kecukupan, usaha toko sembako masih ramai pelanggan, setiap hari selalu meraup untung besar.

 Alhasil, hubungan bersama Uni pun makin harmonis, pengantin baru yang sedang menikmati masa bahagia, tambah sempurna dengan keuangan yang mendukung.

 Mereka pergi honeymoon ke Bandung, belanja pakaian baru, diberi biaya perawatan ke salon, hingga bisa membeli apapun yang Uni minta.

 "Dulu, waktu usaha lagi bagus, jatah untuk istri tuh, seminggu satu juta," kata Iweng.

 Untuk makan sehari-hari, mereka sering beli di luar, Uni jarang masak, di rumah ia hanya fokus merawat diri karena waktu itu masih belum ada momongan.

 Hingga pada 2020 Pandemi Covid 19 mewabah, Iweng salah strategi bisnis, di awal ada isu Covid ia meminjam uang ke bank untuk modal belanja, ia pun membeli banyak bahan.

 Tapi perhitungannya meleset, Pandemi berlangsung dua tahun, daya beli masyarakat menurun, barang dagangannya banyak yang rugi, yang terjadi justru terlilit hutang.

 Bukan hanya hutang ke bank, Iweng juga hutang ke seles, barang yang masuk sudah habis, namun uang setoran terpakai untuk menutup cicilan rumah, kendaraan dan jatah istri.

 "Makanya sekarang lagi nyetop jatah buat istri dulu, eh dia uring-uringan terus setiap hari," katanya.

 Iweng sudah meminta pengertian dari Uni untuk bersabar, tapi Uni selalu marah-marah setiap Iweng pulang ke rumah.

 "Makanya saya sekarang lagi pusing, salah saya dulunya terlalu ngasih enak ke istri, giliran lagi susah dianya jadi Galak," keluhnya.

 Duh sabar ya Kang. (drp)

 

 

 

Iweng: Pualeng duwe rabi oreu bise ngertini suami pisan

Uni: premene sih kitane oreu dinean picis maning, bengen mah kayeu wong iweu