E-cigarette atau rokok elektrik merupakan alat merokok yang dioperasikan dengan memanfaatkan aliran listrik berbasis baterai. Varian rokok elektrik sangat beragam, mulai dari e-pipes, e-cigarette, vape atau vaporizer, shisha elektrik, dan mods.
Penggunaan rokok elektrik kini masih banyak digandrungi remaja dan pekerja. Pasalnya, rokok elektrik dianggap lebih aman daripada rokok konvensional atau rokok kretek. Tak sedikit orang memanfaatkan rokok elektrik untuk berhenti dari kebiasaan merokok.
Umumnya rokok elektrik terdiri dari empat komponen yaitu, cartridge penampung cairan, atomizer atau elemen pemanas, baterai, serta mouthpiece atau corong berfungsi untuk menghirup asap yang dihasilkan dari pemanasan cairan.
Sebelum membahas rokok elektrik lebih jauh, baiknya cermati beberapa kandungan yang terdapat di rokok elektrik. Pertama, Nikotin. Nikotin merupakan kandungan utama yang ada pada cairan rokok elektrik. Senyawa ini juga ada di dalam rokok tradisional dapat membuat seseorang ketagihan.
Kedua, Propilen glikol dan gliserol. Ini adalah dua cairan pelarut yang paling umum digunakan dalam rokok elektrik. Biasanya, kedua pelarut ini digunakan untuk produk kosmetik dan beberapa makanan. Pada rokok elektrik, keduanya berfungsi membuat uap saat dipanaskan.
Ketiga, Diacetyl. Ini adalah senyawa ditambahkan ke dalam produk rokok elektrik berfungsi menciptakan rasa dan aroma, seperti aroma butter atau karamel. Senyawa ini sering digunakan pada popcorn instan dan aman untuk dimakan.
Rokok elektrik memang tidak mengandung bahan berbahaya yang ada pada rokok tembakau. Asap rokok elektrik bisa dibilang hanya terdiri dari nikotin, berbeda dengan asap rokok tembakau yang mengandung tar, karbon monoksida, hidrogen sianida, dan senyawa berbahaya lainnya di samping nikotin.
Dengan kemampuannya memberikan asupan nikotin pecandu rokok, rokok elektrik sempat disebut sebagai salah satu cara alternatif membantu berhenti merokok. Jika dibandingkan dengan terapi pengganti nikotin, misalnya dengan mengonsumsi permen karet nikotin atau menggunakan nicotine patch, rokok elektrik terbukti lebih efektif dalam menghentikan kebiasaan merokok.
Kondisi seperti ini, lantas tidak membuat rokok elektrik sepenuhnya aman. Manfaat rokok elektrik menghentikan penggunaan rokok tembakau kemungkinan hanya terasa dalam jangka pendek. Jika digunakan dalam jangka panjang, rokok elektrik berpotensi membawa lebih banyak risiko kesehatan daripada manfaat. (fdr/jek)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
