DECEMBER 9, 2022
Utama

Dikubur Selama 50 Tahun, Jasad Masih Utuh

post-img

RELOKASI: Sejumlah jenazah yang jasad yang masih utuh saat proses relokasi di TPU Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kota Cilegon.

Diyakini Santri dan Rajin Ibadah

Kaget menjadi ekspresi awal para penggali kubur usai membongkar salah satu makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon. Penyebabnya adalah jasad yang terkubur dalam makam tua itu masih utuh.

BAYU MULYANA - Cilegon

JASAD itu berjenis kelami perem­puan. Tidak ada yang tahu pasti berapa umurnya, namun dari fisik diyakini masih berusia remaja.

Usia makam tempat bersemayamnya jasad itu sendiri sudah berusia puluhan tahun, warga memperkirakan men­capai 50 tahun.

Hal itu lantaran terlihat dari kondisi ma­kam yang sudah sangat lama karena nisan yang sudah tidak utuh.

Nama sang jenazah masih menjadi pertanyaan sejumlah orang. Namun jika ditarik mundur ke puluhan tahun, jenazah itu diyakini seorang santri yang taat beribadah.

Lurah Gunung Sugih Rustam Effendi me­nuturkan, area pemakaman itu da­hulu terkenal dengan para santri yang taat beribadah.

“Info yang saya dapat dan setelah sa­ya telusuri, jadi orang-orang daerah Ci­lodan dahulunya daerah santri di situ. Jadi kehidupannya orang-orang yang taat ibadah semua,” kata Rustam.

Rustam meyakini cerita itu lantaran je­nazah perempuan muda itu bukan satu-satunya yang ditemukan masih utuh meski sudah terkubur puluhan tahun. Istimewanya, selain masih utuh, tercium aroma wangi dari jenazah tersebut.

Rustam mengaku sampai kemarin dikonfirmasi Radar Banten, Senin (19/9) masih belum tahu identitas lengkap dan keluarga jasad tersebut.

Pihaknya belum mengetahui data rin­ci karena usia pemakaman sudah la­ma, kemudian banyaknya makam yang dibongkar. Rustam mengaku sulit menjelaskan hal itu secara ilmiah, kon­disi jasad yang dikuburkan berusia pu­luhan tahun harusnya sudah menjadi tanah. Namun, keajaiban terjadi sehingga jasad-jasad ini masih tampak utuh dan tercium wangi saat dibawa dari makam untuk direlokasi.

Hal senada disampaikan oleh koordi­nator relokasi makam Mahrij. Menu­rutnya panitia pembongkaran tidak men­catat secara rinci satu persatu ma­kam yang dibongkar lantaran jumlah makam mencapai 300.

Kendati seperti itu, upaya pem­bong­karan makam demi kepentingan salah satu perusahaan tersebut sudah melalui kesepakatan berbagai pihak.

Karena itulah, Mahrij mengaku lupa na­ma jenazah perempuan muda tersebut. “Saya lupa namanya,” kata Mahrij.

Kondisi jenazah yang utuh didokumen­tasikan oleh masyarakat melalui telepon genggam. Video itu viral dua pekan ke­mudian.

Pembongkaran dan pemindahan ma­kam dilakukan dari 25 Agustus hingga 2 September. Se­dangkan virlanya video jenazah utuh diketahui terjadi pada 18 September lalu.

Kendari seperti itu lurah dan koor­dinator relokasi makam mem­benarkan ikhwal video yang tersebar dan utuhnya sejumlah jenazah.

Berdasarkan data pengurus pemin­da­han makam, hari pertama relokasi ada 35 orang yang dialihkan, 12 orang jasadnya masih utuh. Kemudian hari kedua, dari 38 jasad yang dialihkan, 26 jasad utuh, lalu dari 45 yang dipin­dahkan 16 di antaranya masih utuh. Dari 62 makam, ada 27 masih utuh, lalu dari 53 makam, 24 masih utuh, dan hari terakhir ada 43 yang utuh dari 67 makam. (*)