Untuk Bangun Huntap di Cikulur
LEBAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) akan membangun hunian tetap (huntap) untuk korban pergerakan tanah di Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur. Jenis rumah yang akan dibangun, yakni Rumah Instan SederHana Sehat (RISHA) dengan anggaran Rp1,5 miliar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Feby Rizki Pratama menyatakan, bulan ini Pemprov Banten akan membangun 56 unit rumah korban pergerakan tanah. BPBD sudah meninjau lokasi lahan yang akan dijadikan tempat pembangunan huntap.
“Kita kemarin sudah lakukan peninjauan lokasi Huntap bersama dengan tim dari Pemprov Banten, Insyaallah minggu depan sudah mulai dibangun,” kata Feby kepada Radar Banten, Minggu (18/9).
Dijelaskannya, total anggaran untuk pembangunan Huntap di Cihuni kurang lebih Rp1,5 miliar. Anggaran tersebut diharapkan dapat dimaksimalkan untuk menuntaskan pembangunan rumah untuk warga yang terdampak pergerakan tanah.
“Alhamdulillah kita dapat bantuan dari Dinas PRKP Banten Rp1,5 milliar untuk membangun 56 unit RISHA untuk para korban terdampak pergerakan tanah,” katanya.
Untuk lahan, kata Feby, pihaknya menyiapkan 12 ribu meter persegi. Lahan itu sudah dicek Badan Geologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan dinyatakan aman dari bencana pergerakan tanah.
“Lahan ini sudah dinyatakan aman oleh PVMBG Kementerian ESDM, sehingga pembangunannya nanti bisa dikebut dengan harapan bulan Desember sudah bisa dihuni,” harapnya.
Sebelumnya, bencana pergerakan tanah membuat puluhan rumah di Kampung Cihuni rusak. Masyarakat terpaksa mengosongkan dan mengungsi dari ke rumah kontrakan dengan alasan keselamatan. Untuk ngontrak, Pemkab Lebak memberikan bantuan dana tunggu hunian (DTH) Rp500 ribu per bulan atau Rp3 juta selama enam bulan.
DTH tersebut bersumber dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) yang diperuntukan bagi korban pergerakan tanah. Kini, DTH untuk masyarakat korban pergerakan tanah sudah habis.
“DTH sudah habis, nanti kita akan koordinasikan lagi dengan stakeholder terkait. Apakah DTH ini akan ditambah atau tidak,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang warga terdampak pergerakan tanah, Hidayat, berharap bisa mendapatkan kembali hunian yang nyaman. Karena sejak bencana terjadi, dirinya hanya bisa mengungsi dari rumahnya.
“Alhamdulillah jika segera dibangun. Semoga bisa cepat selesai. Karena kita juga nggak enak terus ngungsi seperti saat ini,” pungkasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
