DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Tiga Warga Baduy Terinfeksi Campak

post-img

Triatno Supiyono. (nurabidin/radar banten)


Dinkes akan Gencarkan Imuniasi

LEBAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak telah selesai melakukan tes laboratorium terhadap enam orang warga Baduy yang sakit. Enam orang ter­sebut memiliki gejala sama dengan warga Baduy yang meninggal dunia dan hasilnya tiga orang positif terinfeksi Campak. 

Kepala Dinkes Lebak Triatno Supiyono menyatakan, penye­baran penularan campak sangat membahayakan dan harus cepat ditangani agar tidak me­luas. Karena itu Dinkes Lebak akan melakukan vaksin ulang di Baduy.

”Sekarang mau diteliti dulu apakah akan menyebar apa tidak? Misalkan berpotensi me­nyebar, maka kita akan la­kukan penyuntikan ulang vaksin Campak di wilayah sekitarnya,” kata Triatno Supi­yono kepada Radar Banten, Senin (19/9).

Dijelaskannya, saat ini Dinkes bersama dengan Direktorat Imuniasi dan Surveilan pada Kementerian Kesehatan tengah meneliti kasus Campak di Baduy.

”Saat ini tim Dinkes Lebak masih di Baduy bersama de­ngan tim dari Kemenkes untuk meneliti sampai tuntas,” ung­kapnya.

Potensi warga Baduy menderita Campak cukup tinggi, karena hingga saat ini warga Baduy masih menolak di­vaksin. ”Warga Baduy yang mau divaksin baru 30 per­sen, itupun warga Baduy luar,” jelasnya.

Untuk itu, program Bulan Imunisasi Anak (BIAN) yang tengah berlangsung saat ini sebenarnya untuk Campak. BIAN merupakan pemberian imunisasi tambahan Campak Rubella serta melengkapi dosis imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang sudah terlewat.

“Untuk tahun ini sasarannya 93 ribuan anak usia 5 sam­pai 59 bulan. Untuk MR (Rubella) pelaksanannya satu bulan, namun untuk pelaksanaan imunisasi Kejar OPV, IPV, dan DPT-HIB usia 9-59 bulan sesuai dengan jadwal pemberian vaksin,” terangnya.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Pe­nyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Lebak Firman Rahmatullah mengatakan, pentingnya imunisasi MR sebagai upaya dalam mencegah penyakit Campak dan Rubella. 

”Sementara vaksin DPT-HB-Hib diberikan untuk me­lin­dungi anak dari difteri, pertusis, dan tetanus. Sedangkan OPV diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit,” tukasnya.(nce/tur)