DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

DPRD Purwakarta Belajar Pariwisata

post-img

LEBAK - Sejumlah anggota DPRD Purwakarta belajar tentang pengelolaan pariwisata ke Lebak, Senin (20/6). Para wakil rakyat dari wilayah Jawa Barat ini berharap bisa mencontoh aturan dan pengelolaan wisata di Bumi Multatuli.

Apalagi, DPRD Purwakarta tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Induk Pem­bangun­an Kepariwisataan. Karena mereka menilai pariwisata di Kabupaten Lebak menunjukan perkembangan yang cukup pesat.

”Kami ke Lebak karena daerah ini banyak potensi yang Allah siapkan untuk bagaimana kepariwisataannya, seperti Pantai Sawarna, terus juga ada Baduy dan lain-lain,” kata Koordinator Pansus A DPRD Lebak, Neng Supartini, kemarin. 

Ia mengungkapkan, Lebak menjadi inspirasi bagi Purwakarta yang kini tengah menggenjot sektor pariwisata. Dirinya berharap, ilmu yang didapatkannya ini dapat diterapkan dan memajukan potensi pariwisata di Purwakarta.

”Kita lihat di sini pengelolaan wisatanya sudah maju, baik itu terkait anggaran untuk kepariwisataan dan pengelolaan destinasi wisatanya. Ini menjadi masukan bagi kami untuk merealisasikan di Purwakarta,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbuspar) Usep mengatakan, Lebak sendiri sudah memiliki Perda mengenai rencana induk kepariwisataan yang sudah dirilis sejak 2016 lalu.

Dalam rencana itu, pihaknya memaparkan mengenai beragam potensi pariwisata di setiap pelosok daerah. Ini sesuai visi Bupati Lebak, yakni Menjadikan Lebak sebagai Destinasi Wisata Unggulan Nasional Berbasis Potensi Lokal.

”Lebak ini memiliki 243 destinasi wisata baik itu dari wisata buatan, religi, alam, dan budaya. Kita terus berinovasi dalam menumbuhkan geliat potensi wisata di Lebak dengan acuan rencana induk pembangunan kepariwisataan. Yang mana setiap daerah yang memiliki potensi pariwisata harus memaksimalkan potensi mereka dalam melakukan pem­ba­ngunan daerah,” terang Usep.

Selain rencana induk pariwisata, pihaknya juga memiliki berbagai regulasi, yakni tentang penyelenggaraan pariwisata dan teranyar ialah tentang Desa Wisata.

”Kita selalu berupaya untuk membangun atau memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) terlebih dahulu, itu yang ter­penting. Pembangunan wisata itu hanya sebagai trigger saja, jadi bukan masyarakat pengen apa kita buatkan. Tapi masyarakat buat apa, kita bantu,” pungkasnya.(mg-02-nce/tur)