Akibat Cuaca Ekstrem
dan Serangan Hama
LEBAK - Serangan hama dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Lebak telah berdampak terhadap petani cabai di Cibadak. Para petani mengalami gagal panen, sehingga merugi jutaan rupiah.
Supiah, petani cabai di Kampung Bojongleles, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak mengaku telah mengalami gagal panen hingga harus membuang cabai-cabai dikebunnya.
Di masa panen kali ini, Supiah hanya bisa memanen cabai dari belasan tanaman saja. Hal itu karena, puluhan tanaman cabai miliknya mati akibat cuaca ekstrem dan juga hama yang menyerang perkebunan cabai di Bojongleles.
“Bulan ini parah, puluhan tanaman cabai saya mati karena cuaca ekstrem dan hama. Padahal saya sudah tanam di bulan April, tapi sekarang yang bisa panen cuma belasan batang saja,” kata Supiah kepada wartawan, kemarin.
Katanya, akibat cuaca dan serangan hama, buah dan batang cabai miliknya menjadi kering hingga tidak bisa dipanen. Dirinya pun terpaksa membuang tanaman cabai tersebut.
Biasanya Supiah bisa memanen cabai 10 sampai 15 Kilogram. Namun bulan ini, dirinya hanya bisa memanen 7 Kilogram saja. Itu pun dengan kualitas yang kurang bagus.
“Kalo puncak panen, saya bisa mendapatkan 10 sampai 15 kilogram, kalo sekarang paling 7 kilogram,” ujarnya.
Untuk harga cabai sendiri, Supiah mengaku menjual cabai dengan harga Rp60 ribu per kilogram kepada pedagang di Pasar Rangkasbitung.
“Dulu saya jual Rp40 ribu per kilogram, tapi karena kondisi gagal panen, ya kita terpaksa menaikan harga,” ungkapnya.
Sementara, penjual sayuran di Pasar Rangkasbitung, Meti mengatakan, harga cabai hijau di Pasar Rangkasbitung kini Rp100 ribu per kilogram. Sementata untuk cabai Orange mencapai Rp120 ribu. Mahalnya harga cabai itu, kata Meti, disebabkan gagal panen yang sudah terjadi sejak awal Juni 2022.
“Harganya sekarang terus naik, dari Rp80 ribu naik menjadi Rp90 ribu, terus naik lagi jadi Rp100 ribu, itu buat cabai rawit hijau. Kalau yang orange lebih parah lagi, sudah Rp 120 ribu perkilogram,” ujar Meti.
Dia berharap ada campur tangan Pemerintah dalam menekan harga cabai di pasaran, karena dengan mahalnya harga cabai, omset pedagang menjadi berkurang drastis.
“Kita harap harganya kembali normal pak, karena sekarang konsumen itu pada ngurangin jumlah belinya. Biasanya beli 2 kilogram, ini cuma setengah kilogram saja,” ungkapnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
