DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Petani Cabai di Bojongleles Gagal Panen

post-img

Akibat Cuaca Ekstrem 

dan Serangan Hama

LEBAK - Serangan hama dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Lebak telah ber­dampak terhadap petani cabai di Cibadak. Para petani mengalami gagal panen, sehingga merugi jutaan rupiah.

Supiah, petani cabai di Kampung Bojongleles, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak mengaku telah mengalami gagal panen hingga harus membuang cabai-cabai dikebunnya.

Di masa panen kali ini, Supiah hanya bisa me­manen cabai dari belasan tanaman saja. Hal itu karena, puluhan tanaman cabai miliknya mati akibat cuaca ekstrem dan juga hama yang me­nyerang perkebunan cabai di Bojongleles.

“Bulan ini parah, puluhan tanaman cabai saya mati karena cuaca ekstrem dan hama. Pa­dahal saya sudah tanam di bulan April, tapi se­karang yang bisa panen cuma belasan batang saja,” kata Supiah kepada wartawan, kemarin.

Katanya, akibat cuaca dan serangan hama, buah dan batang cabai miliknya menjadi kering hingga tidak bisa dipanen. Dirinya pun terpaksa membuang tanaman cabai tersebut.

Biasanya Supiah bisa memanen cabai 10 sampai 15 Kilogram. Namun bulan ini, dirinya hanya bisa memanen 7 Kilogram saja. Itu pun dengan kua­litas yang kurang bagus.

“Kalo puncak panen, saya bisa mendapatkan 10 sampai 15 kilogram, kalo sekarang paling 7 kilogram,” ujarnya.

Untuk harga cabai sendiri, Supiah mengaku men­jual cabai dengan harga Rp60 ribu per kilo­gram kepada pedagang di Pasar Rangkasbitung.

“Dulu saya jual Rp40 ribu per kilogram, tapi karena kondisi gagal panen, ya kita terpaksa menaikan harga,” ungkapnya.

Sementara, penjual sayuran di Pasar Rangkas­bitung, Meti mengatakan, harga cabai hijau di Pasar Rangkasbitung kini Rp100 ribu per kilogram. Sementata untuk cabai Orange mencapai Rp120 ribu. Mahalnya harga cabai itu, kata Meti, di­sebabkan gagal panen yang sudah terjadi sejak awal Juni 2022.

“Harganya sekarang terus naik, dari Rp80 ribu naik menjadi Rp90 ribu, terus naik lagi jadi Rp100 ribu, itu buat cabai rawit hijau. Kalau yang orange lebih parah lagi, sudah Rp 120 ribu per­kilogram,” ujar Meti.

Dia berharap ada campur tangan Pemerintah dalam menekan harga cabai di pasaran, karena de­ngan mahalnya harga cabai, omset pedagang men­jadi berkurang drastis.

“Kita harap harganya kembali normal pak, karena sekarang konsumen itu pada ngurangin jumlah belinya. Biasanya beli 2 kilogram, ini cuma setengah kilogram saja,” ungkapnya.(mg-02/tur)