DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

PLTU Lontar Tambah Pasokan ke Banten dan Jakarta

post-img

TANGERANG - PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) berhasil melakukan pengujian pertama kemampuan sistem dalam pembangkit untuk menghasilkan energi listrik di PLTU Lontar Extension Unit 4, Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang.

Keberhasilan melaksanakan first sychron­ization merupakan tahapan utama dalam pengembangan proyek pembangkit berkapasitas 315 megawatt (MW).

General Manager PLN UIP JBB Octavianus Padudung menjelaskan, keberhasilan ini bentuk keseriusan PLN untuk terus menyediakan sistem kelistrikan yang andal bagi masyarakat. 

Pembangunan proyek pembangkit di wilayah ini, Octavianus menilai sangat krusial, mengingat DKI Jakarta, Banten, dan sekitarnya merupakan pusat bisnis, ekonomi, dan industri.

“Saat ini, listrik sudah seperti kebutuhan primer yang harus terpenuhi, sehingga kita harus terus bergerak untuk menyediakan listrik yang andal bagi masyarakat,” jelas Octavianus dikutip dari siaran pers, Senin (20/6).

Tahapan first synchronization yang dilak­sanakan pada Senin (13/6) lalu merupakan salah satu milestone utama proyek pembangkit. Sistem yang ada dalam pembangkit untuk pertama kalinya diuji kemampuannya dalam menghasilkan energi listrik sehingga dapat terhubung ke sistem kelistrikan eksisting.

“Pada tahapan ini, seluruh elemen baik dari sisi mekanikal maupun elektrikal harus dilihat secara jeli untuk memantau parameter yang tampil di human machine interface agar proses sinkronisasi dapat terlak­sana dengan tepat,” jelas Octavianus.

Oktavianus menambahkan, dengan suk­sesnya tahapan first synchronization , artinya PLTU Lontar Extension Unit 4 telah resmi terhubung dengan sistem kelistrikan Jawa-Bali melalui jaringan transmisi 150kV dan 500kV serta mampu menghasilkan daya yang dapat disalurkan untuk pertama kalinya.

PLTU Lontar Extension Unit 4 yang berlokasi di Desa Lontar, lanjut dia, mampu menghasilkan listrik sebesar 315 MW, yang otomatis secara total, listrik yang dihasilkan oleh semua unit (1-4) di PLTU Lontar menjadi 1.260 MW.

“Setelah sukses first synchronization, selanjutnya kami akan melakukan beberapa pengujian seperti Load Test, Load Rejection Test, Runback Test, Reliability Run serta Performance Test dan semoga segala tahapannya dapat berjalan lancar sehingga target Commercial Operation Date (COD) pada November 2022 dapat tercapai,” pungkas Octavianus. (bie)