Sueb (35), nama samaran, awalnya sangat menyukai cewek berwajah menor, glowing dan bohay. Tapi setelah mendapatkan apa yang diinginkan dengan menikahi Wiwi (34) bukan nama sebenarnya, Sueb malah pusing tujuh keliling.
“Biaya perawatan salonnya itu bikin saya tekor,” keluh Sueb yang ditemui Radar Banten di warung kelontongan miliknya di Kecamatan Ciruas, Selasa (19/7).
Sueb yang sedang sibuk menata barang jualannya tak menolak bercerita sambil ditemani mengobrol, ayah satu anak ini mengungkapkan pengalamannya berumah tangga dengan Wiwi.
Rumah tangga Sueb dan Wiwi sudah kandas tiga tahun lalu, istri yang sekarang yang membantunya berjualan kelontongan ialah istri kedua.
Istri pertamanya alias Wiwi sudah dua tahun lalu bercerai. “Kalau saya mah enggak mau ribet, kalau sudah enggak nurut mah ngapain dilanjutin,” tukas Sueb.
Diceritakan Sueb, perjumpaannya dengan Wiwi terjadi saat ada acara kepemudaan yang diselenggarakan dari dinas pemerintahan. Sueb terpesona dengan kecantikan Wiwi. “Pas lihat pertama kali, wah bikin saya deg-degan,” katanya.
Bukan cuma wajahnya yang cantik, tapi Wiwi juga punya bodi yang aduhai. Maklumlah, katanya sih, Wiwi memang rajin perawatan di salon. “Beuh ternyata biaya perawatannya memang mahal,” ungkapnya.
Sueb sendiri yang saat itu masih bekerja di Pabrik, setiap tanggal muda, uang gajihannya selalu menipis, jangankan buat menabung, buat membeli rokok saja terkadang habis.
Singkat cerita, setelah enam bulan pacaran, mereka pun memutuskan menikah. Pesta pun digelar meriah. Banyak tamu undangan datang. “Alhamdulillah tamu mah banyak yang dateng,” ungkapnya.
Setelah menikah, mereka tinggal di rumah sendiri. Mengambil cicilan rumah di perumahan di Kecamatan Kragilan, awalnya mereka masih harmonis. Maklumlah pengantin baru. “Biasa, makan juga masih disuapin,” katanya.
Setahun kemudian, mereka dikaruniai anak. Kebutuhan makin bertambah, jatah perawatannke salon Wiwi pun diminta dikurangi, tapi Wiwi malah sering menggerutu. “Jadi bilangnya mah iya enggak apa-apa, tapi ngoceh mulu,” akunya.
Pasalnya, dalam sebulan, Sueb bisa mengeluarkan uang tiga sampai empat juta untuk biaya perawatan salon Wiwi. Hal itu jelas sangat membuatnya tersiksa.
Setelah lama bekerja, Sueb merasa bosan dan ingin resign. Ia ingin membuka usaha dengan modal tabungannya, tapi Wiwi tak setuju.
Bukan hanya itu, setiap keinginan Sueb selalu dibantah dan ditolak istri. “Jadi enggak cocok lagi,” katanya.
Akhirnya mereka pun cerai, Sueb pun menikah lagi dan membuka usaha kelontongan dengan istri barunya. (drp/alt)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
