DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Indikator Pembangunan Banten Belum Terpenuhi

post-img

SERANG–Capaian tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDG’s) Banten 2020-2022 belum sepenuhnya tercapai. Bahkan, masih ada 148 indikator yang belum terpenuhi hingga semester I 2022 di tutup.

Hal itu terungkap dalam pelaporan TPB 2021 hingga Semester I 2022 yang digelar di kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, KP3B, kemarin.

Kepala Bappeda Provinsi Banten Mahdani mengatakan, total indikator dapat dihitung secara keseluruhan sebanyak 257 indikator. “Indikator tercapai 109 atau 39,5 persen dan indikator yang akan tercapai 148 atau 37,7 persen,” ujar Mahdani di kantor Bappeda Provinsi Banten, KP3B, Rabu (20/7).

Mahdani memaparkan, secara umum SDG’s atau TPB Banten memiliki empat pilar. Untuk capaiannya, pilar sosial sudah terpenuhi 100 persen, pilar ekonomi 62 persen, pilar lingkungan 62 persen, dan pilar tata kelola realisasinya masih 33 persen.

Kata dia, belum tercapainya pilar ekonomi lantaran sejak 2020 lalu Banten dilanda pandemi Covid-19. Akibatnya, kondisi ekonomi secara global drop dan bahkan pertumbuhan ekonomi Banten sempat berada di minus 3 persen.

Ia mengakui angka itu lebih rendah dari nasional. “Biasanya kita enggak pernah tumbuh di bawah nasional, kita selalu di atas nasional,” tandasnya.

Meski demikian, pada 2021 kondisi ekonomi mulai membaik dengan pertumbuhan mencapai 4,4 persen, namun masih sedikit di bawah capaian nasional. Saat itu Banten mencatatkan diri sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi yang cukup tinggi.

Tahun ini, lanjutnya, pandemi Covid-19 melandai. Hal itu bisa menumbuhkan ekonomi yang lebih bagus lagi. “Kita lihat, indikator kemiskinan dan pengangguran turun terus investasi naik,” ungkapnya.

Sementara untuk capaian pilar tata kelola yang masih 33 persen, ia mengaku hal itu lantaran Pemprov Banten baru mengakhiri dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2017-2022. Sementara kini rencana pembangunan Banten mengacu pada rencana pembangunan daerah (RPD). “Visinya dari RPJPD (rencana pembangunan jangka panjang daerah-red). Mudah-mudahan lebih fokus,” tuturnya.

Ia menegaskan, ada sejumlah program yang dicanangkan untuk bisa mengejar capaian indikator yang belum terealisasi. Untuk pilar ekonomi, pihaknya akan mengoptimalkan investasi mengingat Banten memiliki sumber daya alam yang melimpah. “Didorong ketersediaan, listrik. Banten kan surplus, menyamankan pelaku bisnis. Kemudian air industri, Pak Gub menyelesaikan Waduk Sindangheula dan Karian, mudah-mudahan ke depan agar airnya bisa dimanfaatkan oleh mendorong ke industri dan rumah tangga,” terang Mahdani.

Dari sisi administrasi perizinan, kini Banten juga sudah menyelesaikannya. Seluruh perizinan kini bisa dilayani secara daring atau pemohon cukup dengan mengunggah berkas yang dipersyaratkan. Hal itu sudah berlaku se-Indonesia, sehingga tidak ada perbedaan Banten dengan daerah lainnya seperti Medan dan Jawa Timur.

Tak hanya sampai disitu, saat ini pembangunan infrastruktur pun diarahkan untuk pendukung ekonomi. Pemprov tak lagi berkutat pada pemerataan infrastruktur lantaran hal tersebut sudah mampu diselesaikan.

Kata dia, adanya kawasan sport center dapat mengdongkrak potensi ekonomi. Untuk itu, Pemprov akan lakukan pelebaran jalan mulai dari perempatan Palima ke Boru. “Mem-backup Tol Serang-Panimbang, dari perempatan Boru ke Cikeusal agar akses tol ke sini. Membuka ruas lingkar selatan di Kota Serang,” ungkapnya. (nna/nda)