LEBAK - Jalan Rangkasbitung-Leuwidamar tepatnya di Blok Pasirroko, Kecamatan Cimarga dipenuhi limbah pasir, Rabu (20/7) sekira pukul 5.30 WIB. Kondisi tersebut mengganggu pengendara roda dua dan roda empat yang melintas.
Dalam vidio yang beredar di media sosial, jalan tersebut nampak dipenuhi lumpur yang diduga berasal dari perusahaan tambang pasir di Pasirroko. Terlihat juga beberapa pengendara motor yang memperlambat laju kendaraannya saat melintasi ruas jalan tersebut. Karena kondisi jalan licin dan tertutup lumpur.
“Tadi pagi saya dari Leuwidamar mau ke Serang. Pas sampai lokasi tersebut, kondisinya banjir. Banyak lumpurnya,” kata Jamaludin, warga Leuwidamar ketika dihubungi Radar Banten.
Jamal mengungkap, kondisi Jalan Rangkasbitung-Leuwidamar yang becek sudah menjadi hal lumrah di Cimarga. Namun jika banjir lumpur jarang terjadi di wilayah tersebut.
“Biasanya becek-becek doang, tapi ini sampai banjir. Gak tahu kenapa. Tapi semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” harapnya.
Sementara itu, Bani pengelola tambang pasir PT ASP membenarkan adanya limbah pasir dari lokasi tambang miliknya yang menggenangi Jalan Rangkasbitung-Leuwidamar. Namun, ia membantah ada unsur kesengajaan dari pihak perusahaan.
“Jadi, tadi pagi kita ada Force Majeure atau kejadian di luar kendali. Kami menduga ada sabotase di gorong-gorong pembuangan air yang membuat gorong-gorong tersumbat, sehingga menyebabkan limbah pasir tumpah ke jalan melalui gerbang utama tambang,” kata Bani.
Saat kejadian, pihaknya langsung mengerahkan tim untuk menangani tumpahan limbah di jalan. Alhasil, Jalan Rangkasbitung-Leuwidamar dapat dilalui dengan normal kembali oleh pengendara.
“Jadi info yang beredar di video tersebut yang menyatakan itu buang limbah, itu salah. Itu force Majeure. Penampungan air kita jebol karena ada sabotase di gorong-gorong,” tegasnya.
Saat melakukan penangganan, pihaknya menemukan adanya bebatuan yang sengaja ditumpuk oleh orang tidak bertanggung jawab.
“Kita tidak tahu siapa yang menumpuk batu itu. Tapi ini jelas sabotase. Mungkin dari persaingan usaha. Karena jika kita dengan sengaja membuang limbah ke jalan itu namanya bunuh diri. Bisa-bisa tambang kita disegel warga dan izin kita dicabut pemerintah,” katanya.
Bani mengaku sudah membuat laporan terkait adanya dugaan sabotase pada pembuangan saluran air yang menjadi penyebab limbah pasir tumpah ke jalan raya.
“Sudah kami laporkan Pak, sekarang sedang diusut Polsek Cimarga,” ujarnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
