DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Limbah Tambang Pasir Tumpah ke Jalan

post-img

LEBAK - Jalan Rangkasbitung-Leuwida­mar tepatnya di Blok Pasirroko, Kecamatan Cimarga dipenuhi limbah pasir, Rabu (20/7) sekira pukul 5.30 WIB. Kondisi ter­sebut mengganggu pengendara roda dua dan roda empat yang melintas.

Dalam vidio yang beredar di media so­sial, jalan tersebut nampak dipenuhi lum­pur yang diduga berasal dari per­usahaan tambang pasir di Pasirroko. Ter­­lihat juga beberapa pengendara motor yang memperlambat laju ken­daraannya saat melintasi ruas jalan ter­sebut. Karena kondisi jalan licin dan ter­tutup lumpur.

“Tadi pagi saya dari Leuwidamar mau ke Serang. Pas sampai lokasi tersebut, kon­disinya banjir. Banyak lumpurnya,” kata Jamaludin, warga Leuwidamar ketika dihubungi Radar Banten.

Jamal mengungkap, kondisi Jalan Rang­kasbitung-Leuwidamar yang becek sudah menjadi hal lumrah di Cimarga. Namun jika banjir lumpur jarang terjadi di wilayah tersebut.

“Biasanya becek-becek doang, tapi ini sam­pai banjir. Gak tahu kenapa. Tapi semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” harapnya.

Sementara itu, Bani pengelola tambang pasir PT ASP membenarkan adanya lim­bah pasir dari lokasi tambang miliknya yang menggenangi Jalan Rangkasbitung-Leuwidamar. Namun, ia membantah ada unsur kesengajaan dari pihak per­usahaan.

“Jadi, tadi pagi kita ada Force Majeure atau kejadian di luar kendali. Kami men­duga ada sabotase di gorong-gorong pem­buangan air yang membuat gorong-gorong tersumbat, sehingga menyebabkan limbah pasir tumpah ke jalan melalui ger­bang utama tambang,” kata Bani.

Saat kejadian, pihaknya langsung me­ngerahkan tim untuk menangani tum­pahan limbah di jalan. Alhasil, Jalan Rangkasbitung-Leuwidamar dapat dilalui dengan normal kembali oleh pengendara.

“Jadi info yang beredar di video tersebut yang menyatakan itu buang limbah, itu salah. Itu force Majeure. Penampungan air kita jebol karena ada sabotase di gorong-gorong,” tegasnya.

Saat melakukan penangganan, pihaknya me­nemukan adanya bebatuan yang sengaja ditumpuk oleh orang tidak ber­tang­gung jawab. 

“Kita tidak tahu siapa yang menumpuk batu itu. Tapi ini jelas sabotase. Mungkin dari persaingan usaha. Karena jika kita de­ngan sengaja membuang limbah ke jalan itu namanya bunuh diri. Bisa-bisa tam­bang kita disegel warga dan izin kita di­cabut pemerintah,” katanya.

Bani mengaku sudah membuat laporan terkait adanya dugaan sabotase pada pem­buangan saluran air yang menjadi penyebab limbah pasir tumpah ke jalan raya.

“Sudah kami laporkan Pak, sekarang sedang diusut Polsek Cimarga,” ujarnya.(mg-02/tur)