CILEGON - Fasilitas area bermain skateboard yang berada menyatu dengan Taman Layak Anak di Kota Cilegon dinilai tidak layak oleh Komunitas Skateboard Cilegon.
Mereka menilai, skatepark itu sangat tidak layak untuk mereka berlatih dan mengembangkan bakat mereka di olahraga tersebut.
Komunitas yang didominasi kalangan remaja itu mengeluh karena selain tidak layak sebelumnya pemerintah berjanji akan memperbaiki fasilitas yang berada di dekat kantor DPRD Kota Cilegon dan kantor Walikota Cilegon tersebut.
Kini, mereka menagih janji tersebut. Mereka berharap bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah.
“2019 kita udah ketemu sama orang Perkim untuk menjembatani fasilitas yang layak, udah diskusi sama kontraktornya juga, jadi kita dijanjikan bakal dibuatkan lapangan Skatepark di taman layak anak tuh,” kata Ketua Pembina Cilegon Skateboard Ajie, Rabu (20/7).
Persoalan Covid-19 menjadi alasan pemerintah tersendatnya pembangunan skatepark. Padahal desain gambar dan persiapan lainnya sudah siap. “Sampai sekarang belum ada kejelasan dari Perkim dan engga ada konfirmasi, engga ada kabar dari mereka,” sambungnya.
Padahal, lanjut Ajie, pihaknya telah berupaya untuk menjalin komunikasi kembali sesuai dengan prosedur. Tapi, tidak pernah mendapatkan respon baik dari pemerintah.
“Sampai sekarang engga ada kejelasan dari Perkimnya, makanya kami sekarang teriak teriak, kalo engga ada action dari pemerintah kan percuma juga. Jadi masalahnya itu,” ucapnya.
Sebagai bentuk kritikan, komunitas Skateboard memasang spanduk dengan tulisan yang menyatakan jika mereka membutuhkan fasilitas yang layak.
“Ini sebagai tanda protes terhadap pemerintah, menagih janji mereka (pemerintah), mungkin nanti mau demo juga,” ujarnya.
Menurutnya, remaja di Kota Cilegon sudah sejak tahun 2003 terlunta-lunta untuk latihan skateboard.
Mereka selalu berpindah-pindah tempat dari satu jalan ke jalan yang lain. Saat ini mereka menggunakan sudut Taman Layak Anak sebagai tempat latihan.
“Bertahun tahun engga digubris, engga ditanggepin kan cape juga. Selama ini kami bergerak di komunitas tapi engga ada apresiasi dari pemerintah,” ujarnya.
Padahal, dikatakan Ajie, para atlet Skateboard asal Kota Cilegon bisa diperhitungkan di event event luar kota maupun nasional. Bahkan, atlet Skateboard asal Kota Cilegon pernah menjuarai tingkat Asia Tenggara mengharumkan nama Kota Cilegon.
“Kalo yang tertinggi tingkat Asia Tenggara, alhamdulillah kebetulan mewakili Kota Cilegon, atlet kita namanya Alam tahun 2018,” ucapnya.
“Adeknya juga sama, Amar menang Juara 2 Skateboard tingkat Nasional mewakili Kota Cilegon. Pokoknya kita sering ikut event di luar kota, nyangkut ajalah juara dua atau tigamah, walaupun peralatan kita urunan, latihan seadanya,” sambungnya. (bam/alt)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
