Pipit (34), nama samaran cemburu buta saat suaminya, sebut saja Joko (35) memberi uang ke janda. Seolah tak mau kalah, Pipit mendekati duda
agar suaminya juga merasa cemburu. Oalah, kok malah jadi main cemburu-cemburuan.
KISAH rumah tangga mereka ini berlangsung tiga tahun lalu, saling balas-membalas kenakalan sampai bikin warga satu RW ramai mrembicarakan kelakuan keduanya. “Habisnya kesel, ngasih pinjeman ke janda enggak bilang saya dulu,” tukas Pipit kepada Radar Banten di salah satu kantor desa di Kecamatan Bojonegara, Senin (19/9)
Pipit merasa, suaminya punya niat yang macam-macam, bukan hanya sekedar membantu. Soalnya, janda anak satu yang bisa kita panggil saja namanya Inem (30) itu, lumayan cantik dan banyak didekati lelaki. “Enggak mungkin kalau enggak ada apa-apanya,” tukas Pipit.
Alhasil, Pipit juga punya ide nakal mendekati duda anak dua, kit sebut saja namanya Alex (37) yang berprofesi sebagai tukang ojeg pangkalan. Pipit rela menggoda Alex yang sebenarnya enggak ganteng-ganteng amat.
Padahal, kalau dilihat penampilan fisik, Pipit masih layak dan mampu mendapat lelaki yang jauh lebih tampan. Badannya masih kencang, kulitnya putih merona dan mudah akrab dengan siapa pun.
Hal itu juga yang dimiliki oleh Joko suaminya. Lelaki yang bekerja sebagai karyawan pabrik itu punya hidung mancung, berbadan tegap dan berjenggot tipis. “Dia orangnya sih baik, tapi kan kalau udah punya istri mah harusnya enggak sembarangan ngasih uang ke orang lain, janda lagi,” keluhnya.
Mereka menikah berkat perjodohan orangtua. Waktu itu Joko sudah bekerja, sehingga urusan keuangan tak jadi masalah. Malam pertama pun berlangsung bahagia, Joko dan Pipit memadu kasih penuh cinta.
Dua tahun kemudian, saat mereka sudah punya anak, keharmonisan keduanya mulai pudar. Joko sudah jarang memberikan perhatian, apalagi kata-kata romantis saat bercengkrama berdua. “Dia romantisnya pas mau minta jatah doang,” katanya.
Sampai akhirnya, saat belanja sayuran, Pipit dapat laporan dari ibu-ibu kalau suaminya meminjamkan uang pada Inem. Soantak ia marah, tapi malas jika harus langsung ribut.
Besoknya, Inem pun minta diantar naik ojek bersama Alex. Sorenya minta dijemput, malamnya juga mengundang Alex ngopi di warung dekat rumahnya. Mereka berduaan dan sengaja membuat Joko cemburu.
Besoknya, barulah keributan itu terjadi. Joko marah-marah, mereka emosi sampai ribut teriak-teriak di depan rumah, memancing perhatian tetangga. “Kita sampe mau cerai, dia pergi sebulan enggak tahu kemana,” katanya.
Tapi akhirnya Joko pulang dan minta maaf, mereka pun kembali baikan dan sampai sekarang hidup bahagia. (drp)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
