DECEMBER 9, 2022
Love Story - Inspirasi

Cemburu Buta, Janda dan Duda Bikin Resah

post-img

Pipit (34), nama samaran cemburu buta saat suaminya, sebut saja Joko (35) memberi uang ke janda. Seolah tak mau kalah, Pipit mendekati duda

agar suaminya juga merasa cemburu. Oalah, kok malah jadi main cemburu-cemburuan.

KISAH rumah tangga mereka ini berlangsung tiga tahun lalu, saling balas-membalas kenakalan sampai bikin warga satu RW ramai mrembicarakan kelakuan keduanya. “Habisnya kesel, ngasih pinjeman ke janda enggak bilang saya dulu,” tukas Pipit kepada Radar Banten di salah satu kantor desa di Kecamatan Bojonegara, Senin (19/9)

Pipit merasa, suaminya punya niat yang macam-macam, bukan hanya sekedar membantu. Soalnya, janda anak satu yang bisa kita panggil saja namanya Inem (30) itu, lumayan cantik dan banyak didekati lelaki. “Enggak mungkin kalau enggak ada apa-apanya,” tukas Pipit.

Alhasil, Pipit juga punya ide nakal men­dekati duda anak dua, kit sebut saja na­manya Alex (37) yang berprofesi sebagai tukang ojeg pangkalan. Pipit rela menggoda Alex yang sebenarnya enggak ganteng-ganteng amat.

Padahal, kalau dilihat penampilan fisik, Pipit masih layak dan mampu men­da­pat lelaki yang jauh lebih tampan. Ba­dan­­nya masih kencang, kulitnya putih me­­­rona dan mudah akrab dengan siapa pun.

Hal itu juga yang dimiliki oleh Joko sua­minya. Lelaki yang bekerja sebagai kar­ya­wan pabrik itu punya hidung mancung, ber­­badan tegap dan berjenggot tipis. “Dia orang­nya sih baik, tapi kan kalau udah punya istri mah harusnya enggak sem­ba­­rangan ngasih uang ke orang lain, janda lagi,” keluhnya.

Mereka menikah berkat perjodohan orang­­tua. Waktu itu Joko sudah bekerja, sehingga urusan keuangan tak jadi masalah. Malam pertama pun berlangsung bahagia, Joko dan Pipit memadu kasih penuh cinta.

Dua tahun kemudian, saat mereka sudah punya anak, keharmonisan keduanya mulai pudar. Joko sudah jarang memberikan perhatian, apalagi kata-kata romantis saat bercengkrama berdua. “Dia romantis­nya pas mau minta jatah doang,” katanya.

Sampai akhirnya, saat belanja sayuran, Pipit dapat laporan dari ibu-ibu kalau suaminya meminjamkan uang pada Inem. Soantak ia marah, tapi malas jika harus langsung ribut. 

Besoknya, Inem pun minta diantar naik ojek bersama Alex. Sorenya minta dijemput, malamnya juga mengundang Alex ngopi di warung dekat rumahnya. Mereka ber­duaan dan sengaja membuat Joko cemburu. 

Besoknya, barulah keributan itu terjadi. Joko marah-marah, mereka emosi sampai ribut teriak-teriak di depan rumah, me­mancing perhatian tetangga. “Kita sampe mau cerai, dia pergi sebulan enggak tahu kemana,” katanya.

Tapi akhirnya Joko pulang dan minta maaf, mereka pun kembali baikan dan sam­pai sekarang hidup bahagia. (drp)