PANDEGLANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang mencoret suplier Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Labuan yang terbukti melakukan mark up atau penggelembungan harga sembako. Tindakan tegas itu dilakukan sebagai upaya untuk memberikan efek jera terhadap suplier atau agen e-Waroeng nakal.
Kepala Dinsos Pandeglang Nuriah menyatakan, pihaknya telah memutus kontrak agen suplier di Kecamatan Labuan. Suplier di Labuan terbukti melakukan penggelembungan harga bahan pangan bagi masyarakat penerima BPNT.
“Sudah kita coret. Semuanya sudah kita kumpulkan dan kita coret suplier yang bermasalah tersebut,” kata Nuriah kepada Radar Banten, kemarin.
Dijelaskan Nuriah, Dinsos mengaku tidak mengetahui suplier nakal di Labuan. Karena, pada saat penandatanganan kerja sama, pihaknya tidak dilibatkan. Suplier hanya melakukan kontrak dengan agen e-Waroeng.
“Kita enggak dikasih tahu. Tahu-tahu ada saja supliernya, sekarang malah bikin masalah dan enggak bisa benerin masalah yang ada,” jelasnya.
Untuk itu, ke depan pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap penyaluran BPNT dan hal lain yang berhubungan dengan bansos. Apabila masih ada suplier nakal, pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi tegas.
"Pengawasan sudah pasti kita lakukan. Kita akan terus pantau agar enggak ada masalah lagi, karena yang menjadi korban pasti masyarakat," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang M Habibi Arafat mendukung tindakan tegas Dinsos Pandeglang. Dia berharap pemerintah daerah tidak tebang pilih dalam penindakan suplier atau agen e-Waroeng yang bermasalah.
"Tentunya kita sangat mendukung apa yang dilakukan Dinsos, karena memang sudah sepatutnya diberikan sanksi tegas seperti itu agar ada efek jera," tegasnya.
Habibi memastikan, Dewan akan terus memberikan dukungan penuh dalam upaya menyelesaikan persoalan bansos di Pandeglang. Oleh karena itu, dia berpesan agar Dinsos tidak ragu dalam memberikan sanksi.
"Kita pasti akan dukung selama kepentingannya untuk masyarakat banyak. Karena kita enggak mau masyarakat kita terus menjadi korban," ungkap Habibi.
Dihubungi melalui telepon selulernya sekira pukul 16.45 WIB, suplier program BPNT di Kecamatan Labuan Tb Deni tidak merespons panggilan telepon dari Radar Banten.
Sebelumnya diberitakan, penyaluran BPNT di Kecamatan Labuan bermasalah. Diduga terjadi penggelembungan harga pangan dalam program BPNT. Persoalan itu juga menjadi perhatian Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang. (dib/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
