DECEMBER 9, 2022
Utama

LKBA Layak Dicontoh Daerah Lain

post-img

SENAM BERSAMA: Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah didampingi, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Direktur Utama Radar Banten Group Mashudi serta sejumlah kepala OPD dan unsur Forkopimda melakukan senam bersama dengan ratusan warga saat Roadshow LKBA 2022, di Lapangan Kantor Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Selasa (20/9). 

 

CARENANG-Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang dinilai layak menjadi program percontohan bagi daerah lain di Indonesia. LKBA dinilai mampu membangun desa menjadi desa mandiri.

Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan, Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan pada Kementerian Desa (Kemendes) RI Teguh Hadi Sulistiono saat menyampaikan sambutan pada roadshow LKBA di Lapangan Kecamatan Carenang, Selasa (20/9).

Teguh mengikuti rangkaian roadshow LKBA, mulai dari jalan santai hingga aneka perlombaan menarik bersama Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Wakil Bupati Pandji Tirtayasa, dan Direktur Radar Banten Group Mashudi, bersama masyarakat sekitar.

Roadshow perdana ini dilaksanakan di zona satu terdiri dari Kecamatan Carenang, Pontang, Tirtayasa, Tanara, Lebakwangi, Ciruas dan Kecamatan Binuang.

Teguh mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi program LKBA yang digagas Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bersama Direktur Radar Banten Group Mashudi, Polda Banten dan Korem 064 Maulana Yusuf Serang.

“Saya akan sampaikan kepada Pak Menteri atau Pak Dirjen bahwa LKBA ini layak menjadi program percontohan bagi daerah lain,” kata Teguh.

Dijelaskan Teguh, LKBA sejalan dengan program pembangunan desa di Kementerian Desa RI, dimana masyarakat saling bahu-membahu membangun potensi di desa.

Ada tiga manfaat besar yang menurut Teguh sangat berarti bagi masyarakat, yakni tumbuhnya kesadaran akan rasa saling menjaga lingkungan, penguatan ketahanan pangan, dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

"Semoga program LKBA ini terus berlanjut sehingga masyarakat benar-benar memiliki kesadaran akan pentingnya kebersihan dan keamanan lingkungan," harapnya.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyampaikan terima kasih atas kehadiran Teguh.

Alhamdulillah, artinya kan manfaat LKBA bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Namun, Tatu juga berharap dengan kehadiran perwakilan Kemendes RI ini, juga memberi program kepada masyarakat desa di Kabupaten Serang.

Di tahun ke empat hajat LKBA, Tatu tak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat jika persoalan sampah, bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun masyarakat.

“Kalau persoalan sampah diserahkan pemerintah sendiri, tidak akan bisa mengatasinya, harus ada kesadaran dari masyarakat untuk sama-sama menanganinya," ujarnya.

Melalui penumbuhan budaya gotong royong yang mulai hilang, Tatu mengajak warga kembali mengaktifkan kekompakan antar warga.

“Kalau bersih-bersihnya sendirian mungkin berat, tapi kalau dikerjakan bersama-sama akan terasa ringan," katanya.

Dimulai dari halaman rumah, kemudian antar tetangga, terus meluas ke satu kampung, bersama-sama buat sistem pengolahan sampah, maka persoalan sampah bisa diselesaikan.

Selain itu, Tatu juga mengajak warga mau membangun swasembada pangan, kembali ikuti budaya orangtua dahulu dengan menanam sayuran di pekarangan rumah, tanaman obat, hingga membuat budidaya ikan atau beternak.

“Daya juang masyarakat harus kuat. Ibu tidak mau dengar masyarakat kabupaten Serang banyak ngeluh, kita harus bergandengan tangan bangun ketahanan pangan,” imbaunya.

Direktur Radar Banten Group Mashudi menambahkan, LKBA diselenggarakan bukan untuk pemerintah daerah (Pemda), bukan untuk polisi atau TNI, tapi, LKBA dilakukan untuk masyarakat.

Lomba kebersihan dan keamanan lingkungan ini, manfaatnya dirasakan langsung oleh warga. Tujuan utamanya ketika masyarakat sudah tidak lagi mengandalkan pemerintah untuk menyelesaikan masalah sampah, atau mengandalkan polisi dan TNI untuk masalah keamanan. “Masyarakat mampu menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan secara mandiri, sehingga dampak positif lainnya akan dapat dirasakan," ungkapnya.

Mashudi tak lupa mengingatkan sebagai ujung tombak, para kepala desa, ketua RW dan RT agar selalu semangat mengajak warga gotong royong.

“Kuncinya ialah gotong royong antar warga, pemuda karang taruna, hingga ibu-ibu PKK dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman," pungkasnya. (drp/nda)