DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Pedagang di Wisata Kuliner Bakal Ditarik Retribusi

post-img

SEPI PENGUNJUNG: Kawasan wisata kuliner di Gedung Juang Pandeglang sepi pembeli, Selasa (20/9). (Adib/Radar Banten)

Untuk Tingkatkan PAD

PANDEGLANG – Pemerintah Ka­bupaten (Pemkab) Pan­de­glang bakal melakukan pe­na­rikan retribusi terhadap para pedagang yang biasa berjualan di lokasi wisata kuliner di Ge­dung Juang. Saat ini, Dinas Ko­­perasi Perindustrian dan Per­­dagangan (Diskoperidag) masih melakukan pembahasan terkait rencana tersebut.

Kepala Diskoperindag Pan­de­glang Suaedi Kurdiatna meng­aku, saat ini para pedagang yang biasa berjualan di Kawasan Ge­dung Juang belum ditarik re­tribusi. “Iya belum ada pe­na­rikan. Baru kita rencanakan dan sedang kita bahas dulu de­ngan para pedagang. Sudah sekali dibahas bersama, nanti kita akan adakan lagi pemba­hasan lanjutan mengenai ren­cana penarikan retribusi itu se­­bagai upaya menambah pen­­da­patan asli daerah (PAD),” katanya kepada Radar Banten, kemarin.

Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan belum dilakukannya penarikan re­tribusi tersebut. Selain karena ma­sih sepi, para pedagang juga masih berjualan di sekitar Alun-alun Berkah Pandeglang. “Nan­tilah, setelah semua peda­gang alun-alun dialihkan di Wisata Kuliner. Kita akan lakukan pe­narikan retribusi,” jelasnya. 

Suaedi mengatakan, renca­na­nya penarikan retribusi itu akan mulai dilakukan paling lambat akhir 2022 ini. Untuk se­mentara, Diskoperindag akan melakukan sosialisasi dengan para pedagang terlebih dahulu. “Se­karang kita sampaikan ren­ca­na ini dulu kepada para pe­dagang. Nggak sampai tahun depan, akhir tahun ini lah kita tarik retribusi,” ungkapnya.

Doni, salah seorang pedagang di Kawasan Wisata Kuliner meng­aku tidak keberatan apa­bila ada penarikan retribusi. Na­mun, dia meminta Pemkab juga melengkapi fasilitas di ka­wasan itu guna menarik ma­syarakat. 

“Enggak masalah kalau kita. Tetapi, kalau bisa lengkapi fa­silitasnya supaya ramai yang da­tang. Kalau sepi kan kita ke­walahan juga kalau harus bayar retribusi,” keluhnya.

Rudi, pedagang lainnya me­nya­rankan agar Pemkab me­ma­sang lampu penerangan di lo­kasi tersebut. Soalnya, setiap malam kondisi gelap karena lam­pu hanya terpasang di sam­ping jalan raya. “Kita butuh pene­rangan supaya enggak gelap, kan selama ini penerangan di Kawasan Wisata Kuliner ku­rang. Makanya, jarang ada warga yang belanja ke sini,” tukasnya. (dib/tur)